Home Olahraga Taklukkan SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi

Taklukkan SFC, PSMS Menjauh dari Zona Degradasi

0

MEDAN – PSMS Medan sukses menjaga tren positif di kandang setelah mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 dalam laga lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/5) malam. Dengan kemenangan ini, PSMS Medan memperbaiki posisinya dari peringkat ke-15 sebelumnya, kini naik ke posisi 10 klasemen sementara. PSMS menjauh dari zona degradasi.

Sementara itu, posisi Sriwijaya FC masih bertengger untuk sementara di posisi ke-5. Namun posisi Sriwijaya FC rawan tergeser jika pada tanggal 22 nanti, Bhayangkara mengalahkan Arema FC.

Bagi PSMS Medan, kemenangan ini merupakan bagian dari sukses mereka menuntaskan dendam pramusim, di mana dua kali klub berjuluk Ayam Kinantan ini dipecundangi Laskar Wong Kito.

Hebatnya lagi, Dilshod Sharofetdinov mantan pemain T Team yang merupakan anak asuh RD ketika melatih Tim Malaysia itulah yang membuat Sriwijaya FC menyerah 1-0 dalam pertandingan yang berlangsung 93 menit tersebut. Lewat laga alot, PSMS akhirnya sukses mengakhiri laga dengan poin penuh.

Sementara meski kalah di kandang lawan, pelatih Sriwijaya FC, Rahmad Darmawan tetap mengapresiasi penampilan skuatnya. “Secara keseluruhan saya cukup puas dengan apa yang diperlihatkan pemain-pemain saya yang terus memberikan semangat dan agresivitas yang tinggi dalam pertandingan ini,” ujarnya usai pertandingan.

Dia menyebutkan secara umum sebetulnya timnya sudah bermain sesuai dengan rencana. “Secara umum sebetulnya sesuai dalam rencana dan kita juga terus mampu mengimbangi permainan Medan. Kita juga memberi kejutan dengan peluang-peluang yang kita ciptakan, ketika kita menguasai bola dari wingplay maupun melalui counter attacking,” bebernya.

Pun demikian, dia tetap mengucapkan selamat untuk PSMS. “Saya ucapkan selamat untuk PSMS Medan. Alhamdulillah pemain kita hari ini tidak ada yang cedera. Medan peluangnya sama dengan kita, mirip-mirip kurang lebih. Tapi hari ini Medan memang lebih efektif dengan satu gol yang mereka buat melalui Dilshod (Sharofetdinov),” ungkapnya.

Gol tersebut, kata RD-sapaan akrabnya, bisa terjadi karena lambat menghalau. “Ada satu keterlambatan dalam covering, itu bisa terjadi dalam permainan. Kita terhukum dengan situasi itu,” jelasnya.

Seperti disinggungnya sebelumnya, Rahmad Darmawan mengakui tidak mudah melawan PSMS Medan jika main di kandang. “Medan bermain dengan semangat dan motivasi tinggi dengan dukungan penonton tidak mudah lawan Medan. Sebetulnya kita sudah benar (cara mainnya), kita mengatur tempo cuma momen kadang-kadang tidak tepat,” ucapnya.

Lalu angkerkah Stadion Teladan di mata RD? “Kalau dibilang angker? Apanya yang angker. Biasa saja,“ tegasnya. Soal pemainnya yang disebut kurang greget menyerang, sebut saja Beto, RD menampiknya. Dia menjelaskan Beto bermain dengan pergerakan yang baik, meski memang gagal menciptakan gol. “Memang cuma disayangkan kita hari ini tidak efektif mengkonversikan menjadi gol,” lanjutnya.

RD pun tak ingin larut dengan kekalahan ini. “Setelah ini kita lupakan. Kita fokus, karena Selasa sudah main dengan Semarang. Semua pikiran kita harus ke sana, “ pungkasnya. JPNN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here