Home Parlemen & Politik Agung Laksono Temui Mawardi Yahya

Agung Laksono Temui Mawardi Yahya

0

PALEMBANG, PE – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Agung Laksono bertemu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Selatan (Sumsel) nomor urut 1, H Mawardi Yahya sebelum menghadiri kampanye akbar salah satu pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, akhir pekan lalu.

Pertemuan Agung Laksono dengan Mawardi Yahya (MY) ini mengundang banyak pertanyaan. Mengingat Partai Golkar tidak mendukung MY yang berpasangan dengan Herman Deru. Namun selama ini Agung Laksono memang dikenal dekat dengan MY yang dikenal sebagai politisi senior Partai Golkar di Sumsel.

Selain itu menurut info yg berkembang bahwa Agung Laksono sebenarnya lebih setuju Partai Golkar mendukung HDMY daripada pasangan lain. Mengingat berdasarkan hasil semua lembaga survey pasangan HDMY paling berpeluang memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel 27 Juni 2018 mendatang.

“Politisi Partai Golkar itu paling jeli melihat peluang politik. Biasanya mereka akan pecah bila melihat ada potensi calon yang mereka jagokan akan kalah. Lihat saja Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 lalu, banyak politisi Golkar, termasuk Pak Jusuf Kalla yang mendukung Anies- Sandy,” ujar pengamat politik Sumsel , Ardiansyah Chaniago.

Menurut Ardi, kebiasaan atau habit Partai Golkar adalah berada di kekuasaan. Oleh karena itu, elit-elit Golkar selalu bermanuver agar tetap berada di kekuasaan. Sehingga jika dalam sebuah pilkada kader yang diusung bakal kalah, maka sebagian kader dan elit Golkar akan menyebrang dan memberikan dukungan kepada calon lain yang paling potensial menjadi pemenang.

“Jadi yang dilakukan Pak Agung Laksono itu adalah sesuatu yang biasa dalam Golkar. Apalagi MY adalah orang Golkar. Jadi yang dilakukan Pak Agung Laksono itu sudah melalui kalkulasi politik dan biasanya merupakan strategi Golkar agar tetap berada di kekuasaan. Apalagi hasil Pilgub Sumsel akan berpengaruh terhadap hasil Pemilu dan Pilpres 2019 mendatang,” papar dosen salah satu perguruan tinggi ini.

Sementara itu MY enggan berkomentar banyak ditanya seputar pertemuan dengan Agung Laksono tersebut. “Nantilah..nantilah..itu pertemuan biasa saja dengan teman lama,” ujar MY kepada wartawan di kediamannya.

Meskipun didesak wartawan, namun MY enggan merinci hasil pertemuannya dengan mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) tersebut. “Ai kamu ni nak tahu bae…hehehe,” ujar MY bercanda. RAY

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here