Home Headline News IMB Hotel Ibis Hendaknya Dicabut

IMB Hotel Ibis Hendaknya Dicabut

0

PALEMBANG, PE – Adanya dugaan kuat telah terjadinya pelanggaran Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 1 tahun 2017 pada pembangunan Hotel Ibis hendaknya sanksi tegas dilakukan di antaranya berupa pencabutan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Sebab, ketidaksinkronan antara advice planning dengan IMB sudah cukup membuktikan adanya pelanggaran.

Praktisi hukum Febuar Rahman SH MH mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang semestinya harus tegas dengan persoalan IMB Hotel Ibis agar semua pihak mendapat kepastian hukum dan merasa sama di mata hukum.

Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan oleh PT Indo Citra Mulia (ICM) sudah jelas dan terang benderang bahkan sampai masuk ranah pidana jangan Perda itu hanya berlaku untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) saja.

“Seharusnya kalau ada pelanggaran IMB sanksinya dicabut, bukan berkilah ketika diminta penjelasan. Perdanya tegas kok mengatur,” singgung Febuar, Rabu (23/5).

Dia menjelaskan, ketidaktegasan Pemkot Palembang ini jangan sampai disalahartikan oleh masyarakat dan menjadikan rakyat tidak percaya dengan Pemerintah.

Perda itu wajib diterapkan kepada siapapun yang melanggar, bukan hanya kepada masyarakat kecil tapi terhadap pengusaha besar juga.

Sebenarnya Pemkot Palembang, sambung dia, tidak susah untuk menindak pelanggaran yang dilakukan PT ICM (Thamrin Group) ini, apalagi bukti kesalahan sudah jelas. Misalnya sebut Febuar, Advice Planning tidak sesuai dengan IMB yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR), Garis Sempadan Bangunan (GSB) yang seharusnya berjarak 8 meter, faktanya galian basment hanya berjarak 1,5 meter, didalam site plan gambar tidak ada penggunaan ground anchor tapi praktek di lapangan justru digunakan.

“Meskipun sudah ada tindakan berupa penghentian aktivitas pembangunan, itu pun yang saya baca atas rekomendasi DPRD bukan sepenuhnya inisiatif Pemkot Palembang tapi itu kan memang belum cukup kalau bicara soal hukumnya karena pelanggarannya sudah jelas terjadi dan berdampak pada lingkungan,” sebut Febuar.

“Saya menilai mengapa Pemkot Palembang tidak berani menindak karena ada beban psikologis, kalau tidak ada beban kenapa aturan tidak dijalankan, mungkin ada tanam jasa, hukum itu objektif, ada beban apa sebenarnya? Harusnya bisa dibedakan tugas negara artinya harus profesional,” sambungnya.

Tentu saja tambah Febuar persoalan ini tidak bisa juga disalahkan Pemkot Palembang semata, DPRD Palembang juga harus bertanggungjawab, di mana pengawasannya selama ini. Kok bisa ada pelanggaran tapi tidak dituntaskan, tentu ini menjadi pertanyaan banyak pihak, kenapa bisa terjadi.

Selain itu, dia juga menyarankan agar DPRD Palembang bisa menggunakan hak bertanya pada kepala daerah atau hak interpelasi. “DPRD Palembang harus bongkar masalah ini. Gunakan hak interpelasi, dan langkah hukum agar daerah punya wibawa dan dihargai oleh masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Palembang, Ahmad Bastari Yuzak mengatakan, atas persoalan Hotel Ibis ini, pihaknya harus mempertimbangkan kepentingan masyarakat dan kegiatan investor untuk berinvestasi di Palembang.

“Kalau menurut aturan, ya harus mengikuti rencana kota atau perizinan yang diberikan, karena kalau tidak sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan akan berdampak pada lingkungan,” katanya tanpa memastikan akan menindak pelanggaran Hotel Ibis.

Dia mengimbau, kedepan, semua pengembang agar mentaati aturan yang dikeluarkan oleh Pemkot Palembang yang pada akhirnya tidak merugikan masyarakat banyak.

“Kalau masyarakat sekitar mengizinkan penggunaan alat berat. Tidak masalah tapi jika berdampak pada lingkungan, tidak boleh,” pungkasnya.

Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib mengatakan, pembangunan Hotel Ibis tidak bisa dilanjutkan sebelum, persoalan hukumnya dengan PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) selesai di kepolisian.

“Tidak bisa lanjut. Selesaikan dulu urusan hukumnya. Kan logikanya begitu,” tukasnya singkat. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here