Home Headline News SFC Permalukan Bali United di Kandang

SFC Permalukan Bali United di Kandang

0

GIANYAR.PE – Semangat tempur, rupanya, tidak cukup bagi sebuah tim untuk memenangkan pertandingan di Liga I. Bermain dengan semangat 45, Fadil Sausu dkk justru tumbang di kandang di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, kontra Sriwijaya FC dengan skor akhir 3 – 4, Sabtu (5/5).
Buruknya sektor pertahanan yang digalang center bek Demerson Costa dan Agus Nova ditopang Ricky Fajrin dan Andhika Wijaya, membuat gawang Wawan Hendrawan dibombardir Hamka Hamzah dkk.
Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan bagi skuad Serdadu Tridatu setelah pekan lalu ditumbangkan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul. Pertandingan sejak menit awal memang berjalan tidak mudah. Kedua tim sama-sama menerapkan permainan terbuka.
Skema bertahan bukan menjadi pilihan bagi kedua tim. Karena itu, peluang demi peluang beberapa kali tercipta pada pertandingan kali ini.
Kesempatan emas akhirnya diperoleh Bali United melalui Spaso. Memanfaatkan tendangan menyisir Ricky Fajrin dari sisi kanan lapangan, Spaso sukses menjebol gawang Teja Paku Alam.
Beberapa menit kemudian, memanfaatkan umpan pojok, kapten SFC Hamka Hamzah menanduk bola dan menjebol gawang Wawan Hendrawan. Kesempatan emas diperoleh Kapten Fadil Sausu pada menit 38 saat diberi kesempatan melakukan tendangan bebas.
Bola yang tepat mengarah ke gawang Teja Paku Alam justru disundul Alfin Tuasalamony. Namun, keunggulan itu tak bertahan lama.
Beto Goncalves balik menjebol gawang Bali United pada menit 40. Gol ini terjadi karena bek-bek Bali United lengah, membiarkan Esteban Vizcara memberikan bola ke Beto. Babak pertama diakhiri dengan skor 2 – 2. Untuk meningkatkan daya gedor, pada babak kedua Widodo melakukan pergantian pemain.
VDV yang bermain apik di babak pertama justru digantikan Yabes Roni yang masih dalam tahap pemulihan cedera. Dan, kesalahan taktik ini harus dibayar mahal. Gelandang SFC Manuchekhr Dzhalilov sukses menjebol gawang Wawan Hendrawan pada menit 51.
Beruntung tak lama kemudian pemain SFC melakukan pelanggaran di area terlarang. Ndiaye terpergok wasit handsball di kotak penalti. Stefano Lilipaly yang bertindak sebagai algojo sukses memperdaya Teja Paku Alam. Skor pun menjadi 3 – 3. Skor seri rasanya adil bagi kedua tim yang bermain terbuka.
Namun, lagi-lagi karena buruknya barisan pertahanan Bali United, anak asuh Widodo dihukum pada masa injury time. Kapten Hamka Hamzah sukses memperdaya empat pemain belakang Bali United dan menceploskan bola ke gawang Wawan Hendrawan. Bali United pun takluk dengan skor 3 – 4.
Usai laga, pelatih kepala SFC, Rahmad Darmawan (RD) mengaku bukan karena beberapa pemain inti Serdadu Tridatu absen, yang menjadi alasan kuat skuadnya meraih kemenangan. Tetapi, Coach RD sudah mengetahui bagaimana gaya permainan Bali United setelah pertemuan perdana di Piala Presiden 2018 bulan Februari lalu.
“Pengalaman dalam dua pertandingan melawan Bali United menjadi kuncinya. Kalau bertahan kami akan menjadi bulan-bulanan mereka (Bali United). Apalagi disana ada pemain berpengalaman seperti Krkotic, Stefano, Nick, dan Spaso,” beber Coach RD membuka resep skuadnya mengalahkah Bali United.
“Simple saja. Jauhkan mereka dari penalti dan membuat pelanggaran. Itu saja,” ucap pelatih berusia 51 tahun ini lagi. Dua gol yang diciptakan SFC juga bersala eksploitasi sisi sayap Bali United yang sedikit lengah. Apakah karena Coach RD sudah tahu bahwa ada titik lemah di sisi sayap Bali United?
Termasuk Bali United yang lambat untuk mengganti pemain? Coach RD mengaku tidak ingin melakukan kontra strategi melawan Serdadu Tridatu di kandang mereka sendiri.
“Saya sebelum pertandingan sudah katakan ke pemain, bahwa mereka punya pemain A, B, dan selanjutnya. Saya juga sudah menentukan target serangan mau kemana. Termasuk Beto yang minta diganti. tetapi tidak saya izinkan karena kami ingin menutup full back kami yang di bawah tekanan. Intinya saya tidak ingin kontra strategi dengan mereka,” jelasnya.
SFC juga bukan tanpa kesalahan. Dua gol dari Bali United adalah murni kesalahan dari para pemain belakang Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC. “Memang ada dua kesalahan yang sangat fundamental. Salah memberi passing dan mereka counter dengan cepat. Beberapa kali juga bocor pertahanan. Tetapi Bali United juga memiliki peluang yang sangat bagus,” tuturnya. JPR/JPC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here