Home Parlemen & Politik 31 Calon Anggota KPU Sumsel Jalani Tes Psikologi

31 Calon Anggota KPU Sumsel Jalani Tes Psikologi

0

PALEMBANG,PE- Seleksi calon anggota KPU Sumsel telah memasuki tahap pemeriksaan tes kejiwaan. Sebanyak 31 peserta mulai menjalani rangkaian pemeriksaan jiwa di rumah sakit Ernaldi Bahar, Palembang, Kamis-Jumat (26-27 Juni 2018).

Sekretaris KPU Sumsel MS Sumarwan menerangkan, tes kejiwaan ini merupakan tahapan ketiga dari seleksi calon angota KPU Sumsel. Sebelumnya, telah dilakukan seleksi administrasi dan tes tertulis.

Alhamdulillah tidak ada yang absen, semua yang lulus tes tertulis kemarin, hadir mengikuti tes psikologi. Peserta tidak dipungut biaya apapun, semua rangkaian tes ditangggung oleh KPU Sumsel,” katanya.

Sementara itu Ketua Tim Seleksi Anggota KPU Sumsel Anisatul Mardiah menjelaskan, tes rohani atau kejiwaan ini merupakan syarat wajib dalam seleksi calon anggota KPU.

“Hal ini diatur dalam Undang-undang hingga ke Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2013. Seluruh calon anggota KPU harus lulus tes kesehatan rohani dan jasmani,” ujarnya.

Tes psikologi bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kemampuan dan kinerja calon anggota KPU Sumsel.

“Karena, yang namanya tes di KPU ini bukan tes kepintaran,¬† ini benar-bemar teknis. Kita butuh orang yang mampu bekerja secara kelompok, siap bekerja keras di bawah¬† tekanan dan punya integritas,” katanya.

Anisa menjelaskan, kerja anggota KPU sifatnya Kolektif Kolegial, seluruh kegiatan atau pun menjalankan suatu proses dalam berorganisasi,semuanya berpijak pada kebersamaan, melibatkan semua anggota.

Pengambilan keputusan berdasarkan kesepakatan bersama melalui musyawarah secara berjenjang, satu sama lain saling melengkapi, masalah internal dan eksternal diputuskan dalam pleno.

“KPU belum butuh orang yang a One Man Show, misalkan yang di divisi teknis maunya mengurusi teknis saja, divisi lain tidak dipedulikan, yang divisi hukum taunya hukum saja, tidak bisa seperti itu,” ungkapnya.

Semua produk KPU adalah tanggung jawab bersama. Kecuali yang menyangkut masalah pribadi, seprti penyalahgunaan wewenang, atau jabatan, tentunya tidak masuk Kolektif Kolegial, tapi tanggung jawab pribadi.

“Melalui rangakain selekai ini, kami ingin mencari yang terbaik dari yang terbaik dan memenuhi kriteria untuk jadi anggota KPU Sumsel,” katanya.RIL

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here