Home Headline News 4 Helikopter Muntahkan Water Boombing

4 Helikopter Muntahkan Water Boombing

0

Upayakan Semai Dua Ton Garam

PALEMBANG, PE – Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan, Lahan dan Perkebunan (Karhutlabun) Sumatera Selatan (Sumsel) tak kenal lelah dan terus berjibaku memadamkan api. Upaya pemadaman api dilakukan melalui udara dan darat.

Kali ini, empat helikopter melakukan serangan di atas langit Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (30/7). Berulang kali dua unit helikopter jenis MI 8 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan dua unit helikopter Super Puma Heli Beth 415 milik PT Sinar Mas berulang kali memuntahkan water bombing.

Namun, lantaran luas lahan yang terbakar seluas 35-40 hektar, waktu dua jam belum mampu memadamkan api seutuhnya.

“Setidaknya untuk satu heli tadi bisa memuntahkan 24 kali water bombing tapi belum bisa menjangkau seluruh lahan yang terbakar. Oleh sebab itulah, kemungkinan besok (hari ini, red) kita akan melakukan modifikasi cuaca dengan menyemai 2 ton garam,” terang Komandan Sub (Dansub) Satgas Udara yang juga Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang (SMH) Palembang, Letkol Pas Mores Bonte.

Meski begitu, sambung dia, pihaknya tetap melihat kondisi awan yang berpotensi membuat hujan buatan. Mengingat, penyemaian garam sendiri akan dilakukan di atas awan di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). “Rencananya penyemaian akan kita lakukan pada pagi dan sore hari,” ujarnya.

Di darat, Satgas Karhutbunla Sumsel juga terus melakukan pemadaman api yang sedang terbakar. Setidaknya ada 28 personel yang tergabung dalam Satgas Karhutbunla berhasil menanggulangi api yang membakar lahan di Desa Sungai Tepuk, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI.

Para personel Satgas yang terdiri dari RPK PT. HKM IV, TNI, Polri dan Masyarakat Peduli Api (MPA), berhasil mencegah api yang membakar lahan milik masyarakat seluas kurang lebih 1 hektare yang berlokasi di Desa Sungai Tepuk.

Dengan menggunakan mobil pemadam dan 5 buah mesin pompa, memanfaatkan sumber air dari kanal-kanal yang tersedia, mereka berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar.

Di lain sisi, Satgas Karhutlabunla Provinsi Sumsel juga terus memantau dengan melakukan patroli secara intensif.  Pemantauan ini selain dilakukan oleh Satgas terpadu Karhutbunla sejak ditetapkan siaga darurat Karhutbunla oleh Gubernur Sumsel.

Saat ini juga diperkuat oleh pasukan Detasemen Teritorial Terbatas sebanyak 355 personel yang tergabung dalam Subsatgas Darat. Perkuatan pasukan ini guna mensukseskan penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 dengan menciptakan wilayah Sumsel khususnya Kota Palembang tempat perhelatan olahraga tingkat Asia yang diikuti 45 negara ini harus Zero Asap.

Pasukan Detasemen Teritorial Terbatas yang tergabung dalam Subsatgas Darat Karhutbunla berasal dari satuan Tempur dan Banpur (Bantuan Tempur) BKO dari Kodam II/Sriwijaya serta pasukan dari Komando kewilayahan (Korem dan Kodim), yang disebar ke 55 Desa rawan Karhutbunla yang dikelompokkan menjadi 10 wilayah pantau di empat Kabupaten dalam rangka mendukung tugas pokok Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel. Pasukan ini bertugas pokok melakukan operasi intai dan sosialisasi door to door ke rumah masyarakat guna meyakinkan tidak ada lagi pembakaran.

Hingga saat ini, di wilayah Sumsel kejadian titik panas (hotspot) atau kebakaran yang terjadi masih dapat diatasi oleh RPK (Regu Pemadam Kebakaran) darat dan Subsatgas udara Satgas Karhutbunla Provinsi Sumsel dengan efektif dalam pengendaliannya, khususnya di empat Kabupaten prioritas yaitu Kabupaten OKI, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Banyuasin yang sering terjadi kebakaran. RIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here