Home Enterpreneur Kopi Tunggu Tubang Semende Raih SNI

Kopi Tunggu Tubang Semende Raih SNI

0
Nurmaini, Pemilik Kopi Tunggu Tubang Semende selalu membeli bahan baku berkualitas dari petani kopi dan berhasil mengantongi SNI dari BSN

Hasil Binaan BSN

PALEMBANG, PE- Sumsel adalah produsen biji kopi (mayoritas Robusta) tertinggi di Indonesia rata-rata 135 ribu ton/tahun (21,20% dari nasional) luas kebun kopi 250 ribu hektar.

Lima wilayah produsen biji kopi terbesar di Sumsel, yaitu OKU Selatan (33 ribu ton/tahun), Empat Lawang (26 ribu ton/tahun), Muara Enim (25 ribu ton/tahun), Lahat (20 ribu ton/tahun), OKU (15 ribu ton/tahun).

Badan Standarisasi Nasional (BSN) melalui Kantor Layanan Teknis Wilayah Palembang telah melakukan pembinaan kepada 15 UKM Kopi, 6 dari Sumsel, 9 dari Lampung Barat.

Dua diantaranya telah meraih SPPT (Sertifikat Produk Penggunaan Tanda) SNI, yakni Kopi Bubuk Benua Palembang dan Kopi Bubuk Tunggu Tubang Semende Sumsel.

Kopi Tunggu Tubang Semende dirintis sejak 2005 oleh Nurmaini wanita asli daerah Semende yang masih memegang adat tunggu tubang.

“Tunggu tubang ini merupakan sistem kekeluargaan matrilineal, diantaranya hak waris dan keturunan menjadi hak perempuan tertua. Sebagai tunggu tubang di keluarg, saya ingin meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Nurmaini, Pemilik Kopi Tunggu Tubang Semende, Kamis (12/7).

Berbekal modal seadanya, pengetahuan pertanian yang dimiliki sang suami, Sunarno dan wilayah Semende yang dikenal sebagai penghasil kopi berkualitas, Nurmaini memberanikan diri membuka usaha kopi.

Kopi Tunggu Tubang Semende selalu membeli bahan baku berkualitas dari petani kopi dengan harga yang layak.

“Kopi Tunggu Tubang Semende, meski masih skala home-industry dengan 12 karyawan ibu-ibu, kapasitas produksi 4 ton per tahun, dan berlokasi di wilayah terpencil 8-9 jam darat dari Palembang ternyata mampu meraih SNI bahkan Sertifikat Halal MUI sekaligus,” jelas Haryanto, Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Wilayah Palembang.

Dibina BSN sejak 2017, akhirnya tahun 2018 berhasil raih SNI dan Halal sekaligus. Tahun 2011, Kopi Tunggu Tubang Semende juga meraih berhasil meraih penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari Presiden RI di Istana Negara, cerita Nurmaini.

Kopi bubuk menurut SNI adalah biji kopi yang disangrai (roasted) dan digiling, dengan atau tanpa penambahan bahan lain dalam kadar tertentu tanpa mengurangi rasa dan aromanya serta tidak membahayakan kesehatan.

“Kopi yang meraih SPPT SNI berarti sudah memenuhi syarat mutu kadar kafein, cemaran logam dan cemaran mikroba,” jelas Haryanto.

Semua capaian diharapkan dapat meningkatkan brand Kopi Semende khususnya dan Kopi Sumsel umumnya karena sudah terjamin keamanan dan kualitasnya, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kopi yang di sumsel jumlahnya lebih dari 200 ribu KK.LA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here