Home Headline News Racun Nyamuk Modus Pembakar Lahan

Racun Nyamuk Modus Pembakar Lahan

0

Operasi Pati Geni 01 Mulai Bergerak

PALEMBANG, PE – Upaya pencegahan kebakaran hutan, lahan dan kebun (Karhutlabun) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi operasi prioritas bagi prajurit TNI Angkatan Darat. Selain berhasil mengendus modus para pelaku pembakaran, salah satunya membakar racun api yang disembunyikan di dalam tumpukan jerami kering. Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo yang juga menjabat Dansatgas Karhutlabun Kolonel Inf Iman Budiman mulai menggerakkan operasi ‘Pati Geni 01’ ke lokasi rawan kebakaran.

Hal ini mengingat, Kota Palembang tidak lama lagi akan menyelenggarakan momen olahraga bergengsi di tingkat Asia, Asian Games.

Pangdam II/Swj, Mayjen TNI AM Putranto, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memimpin pemadaman karhutla di wilayah Pedamaran

Dalam operasi tersebut, Perwira Melati Tiga ini memerintahkan kepada prajurit untuk memantau potensi kebakaran hingga 24 jam. Oleh sebab itulah, prajurit yang tergabung dalam operasi tersebut diwajibkan tidur di dalam hutan.

“Kalau kalian tidur di perkampungan tidak akan mampu bisa mencegah pelaku pembakar hutan. Karena itulah, saya memerintahkan kepada prajurit untuk tidur di dalam hutan,” tegas dia kepada Palembang Ekspres, Jumat (20/7).

Dia menjelaskan, bencana asap di Sumsel masuk dalam fase siaga merah. Setidaknya ada 33 desa yang dinilai rawan bencana asap karena potensi angin mengarah langsung ke wilayah Jakabaring dan Kota Palembang.

“Kita juga sudah melakukan pemetaan lahan gambut yang menjadi potensi rawan bencana asap seperti Banyuasin, Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI). Oleh karena itulah, Operasi Pati Geni sendiri akan berlangsung mulai 20 Juli hingga 5 September 2018. Selama itu juga prajurit kita harus tidur di dalam hutan, jangan sampai ada potensi kebakaran hutan,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI-OI Letkol Inf Seprianizar mengatakan, potensi kebakaran dilakukan pembakar hutan dengan berbagai cara, salah satunya dengan membakar racun api yang disembunyikan di dalam tumpukan jerami kering.

“Racun nyamuk dibakar, di bagian lingkarannya dikasih kapas yang berbau solar. Selain itu ada satu kotak korek api dan disimpan di tumpukan jerami kering. Pola ini dilakukan pembakar agar tidak tertangkap, sebab dia membakar pukul 09.00 WIB dan mulai membesar sekitar pukul 14.00 WIB,” terangnya.

Oleh sebab itulah, dia meminta kepada prajurit TNI agar membongkar temuan tumpukan jerami atau sampah kering di dalam hutan. Sebab modus tersebut dilakukan untuk mengelabui tugas yang di lapangan. “Bongkar tumpukan jerami itu, pasti ditemukan racun nyamuk. Saya minta agar diwaspadai,” jelasnya.

Terpisah, dengan menggunakan Helly Air Bass PK-RTM milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumsel, Jumat (20/7), rombongan Pangdam II/Swj, Mayjen TNI AM Putranto SSos, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kepala BPBD Sumsel, Iriansyah melakukan patroli udara ground check hotspot terutama di wilayah Kayu Labu dan Cinta Jaya, Pedamaran, OKI yang dilaporkan adanya sejumlah titik api di wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan udara yang dilakukan Pangdam II/Swj, Mayjen TNI AM Putranto dan rombongan, tampak beberapa titik api di mana sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan gambut, yang berlokasi di wilayah OKI.

Tidak hanya itu, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto dan rombongan turun langsung ke lokasi lahan yang terbakar dan melakukan upaya pemadaman di Desa Pandamangan, Kecamatan Pedamaran, OKI, sekaligus untuk memastikan upaya Satgas Karhutla di bawah Dansatgas Karhutla Provinsi Sumsel (Danrem 044/Gapo) Kolonel Inf Imam Budiman beserta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) tiap perusahaan bersama dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). Api berhasil dipadamkan dan selanjutnya dilakukan proses pembasahan lahan menggunakan helly (Water Bombing). RIS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here