Home Uncategorized Sarpras Jelek, Siswa SMAN 3 Lahat Datangi Kantor Pemkab

Sarpras Jelek, Siswa SMAN 3 Lahat Datangi Kantor Pemkab

0

LAHAT, PE – Ratusan Siswa SMAN 3 Lahat, Senin (16/7), sekitar pukul 09.00 wib, mendatangi kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat, melakukan unjuk rasa ketidakadilan terhadap kinerja kepala sekolah (Kepsek), yang hanya menuai janji-janji belaka, dimana, dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini siswa seakan dianak tirikan, belum lagi, sarana prasarana (sapras) tidak memadai, kamar mandi tanpa pintu, banyaknya kotoran dan tiadanya pengadaan laptop seperti diucapkan, padahal setiap bulannya membayar iuran sebesar Rp 100 ribu persiswa.

Koordinator Aksi, Deki Zulkarnain menyebutkan, dirinya dan rekan-rekan yang semuanya kelas XII meminta agar kiranya Kepsek diganti dari jabatannya.

“Bayaran Rp 100 ribu perbulan, tapi sapras SMAN 3 Lahat sama sekali tidak memenuhi janji-janjinya, dimana, pintu kamar mandi tidak ada pintu, kami merasa dianak tirikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, oleh sebab itu, siswa Kelas XII menuntut keadilan, bahkan kegiatan ekstra kurikuler sama sekali tidak didukung, selalu berdalih tidak ada dana.

“Selalu tidak ada dana, lebih-lebih kepsek menjanjikan laptop, hingga sekarang ini tidak ada sama sekali alias mengingkari janjinya,” urai Deki yang juga siswa SMAN 3 Kelas XII IPA 3.

Deki menegaskan, butuh pemimpin yang bersih, bertanggung jawab dan bukan penguasa, apabila didiamkan maka SMAN 3 Lahat akan hancur.

“Siswa punya hak memiliki pemimpin yang adil, bersih dan transparan,” tutupnya.
Terpisah, Wakil Bupati Lahat, Marwan Mansyur SH MM mengemukakan, aspirasi dari siswa SMAN 3 dimaklumi dan diterima sepenuhnya oleh Pemda Lahat.

“Tuntutan sudah disampaikan, seperti pimpinan dan sapras belum dapat perhatian, semuanya dipelajari dan teliti, kalau seadanya nyata disebutkan bertentangan dengan aturan akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” paparnya.

Ia menuturkan, dikarenakan saat ini segala urusan SMA sudah berada di tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), maka aspirasi dari siswa akan ditujukan kepada Gubernur Sumsel.

“Untuk SMA wewenang kepada Gubernur Provinsi Sumsel, kita berikan masukan kepada mereka, kaitan sapras akan dibicarakan kadisdik, jangan terpengaruhi dengan masalh tuntutan, kewajiban siswa tetap belajar,” pungkas Marwan. BRN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here