Home Sumsel Banyuasin Dipertanyakan, Musala Direlokasi untuk Bangun Rumah Ibadah

Dipertanyakan, Musala Direlokasi untuk Bangun Rumah Ibadah

0

BANYUASIN.PE-Pembangunan rumah ibadah salah satu agama di Desa Talang Bulu, Banyuasin, membuat murka warga sekitar. Soalnya pembangunan rumah ibadah tersebut, berimbas direlokasinya bangunan Musala yang sudah berdiri puluhan tahun di lahan Desa Talang Bulu.

Reaksi keras datang dari Ormas NU Pagar Nusa Sumsel, Emi Sumitra. Menurut Emi, seolah-olah pembangunan rumah ibadah itu mendapat dukungan dari Pemkab Banyuasin.

“Ayo kawan, sahabat, dan saudara terlepas dengan perbedaan dan pandangan politik kita masing-masing. Dalam hal ini saya rasa tidak salah kita mempertanyakan lebih detail kepada Bupati Banyuasin. Ini demi masa depan generasi muda Banyuasin,” ujar Emi Sumitra kepada wartawan.

Emi yang juga Ketua Fraksi PKB Banyuasin ini, mempersilahkan agama apapun untuk membangun tempat ibadah atau apapun namanya di Banyuasin, karena dirinya menjujung tinggi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Tapi jangan mengorbankan tempat ibadah agama lain. Banyuasin masih luas, dan masih banyak tanah kosong, tapi kenapa harus di sana? (lokasi musala, red),” tanya Emi.

Dia menyebutkan, tanggapan Bagian Tapem Setda Pemkab Banyuasin menyatakan bahwa Talang Buluh secara teroterial 100 persen masuk wilayah Palembang. Tapi kenapa, lanjutnya, Banyuasin malah mengeluarkan izin pembangunan rumah ibadah itu di kawasan tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua II MUI Kabupaten Banyuasin Hamdan menyayangkan jika memang benar ada kabar bahwa pembangunan rumah ibadah bakal mengusur Musala. Karena hal ini, kata dia, akan memancing kemarahan bagi umat Islam di Banyuasin.

Pihaknya tidak melarang agama apapun yang diakui negara mendirikan rumah ibadah, asalkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan peraturan yang berlaku.

“Saya berharap hal itu jangan sampai terjadi, sudah jelas melanggar kerukunan umat beragama di Banyuasin,”tegasnya.

Sementara Bupati Banyuasin Ir SA Supriono melalui Kepala Dinas Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan, jika pembangunan rumah ibadah salah satu agama di Talang Buluh itu sudah dilakukan sosialisasi dan telah dilakukan izin warga. Untuk pembongkaran Musala itu, kata dia, juga sudah dilakukan pembangunan masjid penggantinya.

“Jadi tidak ada pengerusakan, tetapi renovasi pembangunan dari Musala menjadi Masjid,”katanya. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here