Home Olahraga Asian Games 2018 Emas Terakhir dari Sepak Takraw

Emas Terakhir dari Sepak Takraw

0

PALEMBANG, PE – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin menyaksikan langsung pertandingan final cabang olahraga sepak takraw Asian Games 2018 yang berlangsung di Ranau Hall Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (1/9).

Pertandingan di penghujung Asian Games 2018 tersebut berhasil menambah jumlah medali emas terakhir yang diraih Indonesia setelah tim kuadran putra Indonesia berhasil mengalahkan Jepang dengan tiga putaran pertandingan.

Penyerahan medali dilakukan langsung Gubernur Alex Noerdin yang meliputi medali emas diraih Indonesia, medali perak diraih Jepang dan medali perunggu diraih Singapura.

“Satu medali emas lagi dari Palembang Jakabaring, jadi total sampai sekarang menjadi 31 medali emas. Mudah-mudahan besok (Ahad kemarin, 2/9) pertandingan aeromodelling di Jakarta dapat lagi. Target 16 medali emas sudah tercapai 31, target 10 besar menjadi 4 besar, alhamdulillah,” ungkap Alex Noerdin saat diwawancarai usai penyerahan medali.

Saat diwawancarai terkait penilaian dan evaluasi sepanjang penyelenggaraan Asian Games di Palembang, Alex enggan berkomentar banyak. Menurut dia, evaluasi terhadap seluruh aspek dari penyelenggaraan Asian Games di Palembang baru akan dilakukan setelah Asian Games selesai dan ditutup.

“Biarkan orang lain yang menilai, setelah selesai Asian Games akan kita evaluasi satu persatu. Tetapi, secara garis besar alhamdulillah tidak ada hal yang memalukan dan tidak ada yang menyusahkan para atlet dan official. Bahkan, hampir seluruhnya memuji kita,” terangnya.

Lanjut Alex, setelah Asian Games dan langkah kedepan selanjutnya JSC akan tetap digunakan berkelanjutan baik untuk pengembangan olahraga mulai dari pembinaan, pendidikan, dan kejuaraan olahraga.

“Di tahun 2019 agenda sudah hampir penuh, mulai dari kejuaraan dunia bowling, panjat tebing, volly pantai, dayung dan kejuaraan dunia sepak takraw serta kejuaraan menembak Asia Pasifik. Jadi ada lima kejuaraan dunia dan 1 kejuaraan Asia Pasifik. Bahkan, Insyaa Allah tahun 2020 akan ada Moto GP pertama di Indonesia, berlangsung di sebelah danau Jakabaring,” ujar Alex.

Dijelaskan Alex, komplek olahraga Jakabaring mulai dibangun sejak tahun 2004 dan sampai sekarang tetap termanfaatkan. Saat ini kawasan olahraga terintegrasi itu sudah dikelola oleh BUMD berbentuk PT JSC yang berisikan orang-orang yang profesional sehingga harapan kedepan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi APBD Sumsel.

“Sekarang barangkali Jakabaring tidak perlu dipromosikan lagi karena semua orang sudah kenal bahkan di tingkat internasional,” pungkasnya. RIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here