Home Palembang Sukseskan Asian Games Tanpa Asap, PPIKHL Wilayah Sumatra Kuatkan Sinergi Cegah Karhutla

Sukseskan Asian Games Tanpa Asap, PPIKHL Wilayah Sumatra Kuatkan Sinergi Cegah Karhutla

0

PALEMBANG,PE – Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus melakukan upaya dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) salah satunya di wilayah Sumatera Selatan.

Melalui Manggala Agni yang membawahi PPIKHL, sejak tahun 2016 pihaknya telah melakukan patroli terpadu di daerah rawan karhutla.

“Kita ketahui kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi dan memberikan dampak negatif tidak hanya bagi lingkungan namun juga bagi kesehatan masyarakat. Untuk meminimalisasi karhutla, sejak dibentuk tahun 2016 kami telah melakukan upaya dengan membentuk tim patroli terpadu di lapangan yang standby di daerah yang rawan karhutla salah satunya di Sumsel,” ungkap Kurniawati Negara Kepala Subag TU Balai PPIKHL Wilayah Sumatra, dalam kegiatan Publikasi Karhutla Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (8/11).

Salah satu keberhasilan yang dilakukan PPIKHL salah satunya mengamankan penghelatan Asian Games 2018. “Alhamdulillah berkat kerja keras tim di lapangan yang berjibaku siang dan malam juga koordinasi dengan pihak terkait lainnya, 2018 langit tetap biru tidak ada asap,” jelasnya.

Lanjut Kurniawati, kedepannya penguatan kelembagaan antar stake holder terkait akan terus dilakukan untuk menurunkan angka kejadian karhutla. “Apalagi memasuki awal 2019, Indonesia akan dilanda el nino lemah hingga berat yang perlu kita waspada,”tandasnya.

Sementara itu, Kepala Daops wilayah 3, sekaligus Koordinator Wilayah Sumsel, Tri Prayogi menyebut, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan drastis sejak tahun 2015. Tercatat, hingga September 2018 penurunan karhutla mencapai 100 persen.

“Apalagi penanganan karhutla ditahun 2018 ini mengalami banyak tantangan salah satunya menjadi tuan rumah penghelatan Asian Games 2018, Agustus lalu,”jelasnya.

PPIKHL Wilayah Sumatra secara umum mendata, dari tahun 2015 hingga 2018 karhutla mengalami penurunan. Dimana Provinsi Riau masih yang tertinggi adanya hotspot.

“Di Sumsel, sebaran karhutla dipengaruhi oleh luasan lahan gambut yang tersebar di beberapa daerah rawan karhutla, khususnya lahan gambut yang tidak terkelola dengan baik. Apalagi Sumsel memiliki 1,5 juta kawasan lahan gambut dan terbesar berada di OKI.

Upaya pengendalian Karhutla ini mencakup tiga aspek yakni aspek pencegahan ,pemadaman dan penanganan pasca karhutla.

“Aspek pencegahan menjadi kunci yang utama dalam pengendalian karhutla ini, kalau pencegahan berhasil, tidak ada lagi pemadaman dan penanganan pasca karhutla,”urainya.

Diakuinya, tahun 2018 ini karhutla masih tetap terjadi di Sumsel namun, pihaknya menjamin jika penanganan karhutla akan lebih cepat.

“Salah satunya dengan pemanfaatan sosial media seperti dari grup whatsapp, jadi saat ada hotspot akan cepat diinformasikan, selain kita siapkan posko-posko di setiap daerah rawan karhutla di Sumsel yakni di Muba, Banyuasin, OKI dan Lahat, “terangnya. BET

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here