Home Ekonomi Ekspor Karet Sumsel Turun

Ekspor Karet Sumsel Turun

0
BPS Sumsel mencatat nilai ekspor Sumsel turun yang dipengaruhi turunnya ekspor karet sebesar 30,82 persen

PALEMBANG, PE- Nilai ekspor Sumatra Selatan (Sumsel) tercatat turun sebesar 4,24 persen pada Oktober 2018 dibanding bulan sebelumnya dari semula US$408,07 juta menjadi US$390,76 juta yang dipengaruhi turunnya ekspor karet.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan karet merupakan komoditas utama dalam ekspor nonmigas Sumsel, sehingga pergerakannya berdampak signifikan terhadap perdagangan luar negeri provinsi itu.

“Ekspor karet tercatat turun 30,82 persen pada periode Oktober dari semula US$124,65 juta menjadi US$93,83 juta,” katanya, Rabu (5/12).

Endang mengatakan penurunan ekspor nonmigas juga terjadi pada komoditas yang memiliki share dominan di Sumsel, yakni bubur kayu/pulp sebesar 39,68 persen dari semula US$128,81 juta menjadi US$89,13 juta.

“Kedua komoditas itu memiliki peran terhadap total ekspor nonmigas Sumsel sebesar 66 persen sehingga ketika nilainya turun langsung berpengaruh, oleh karena itu pemerintah harus bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan tersebut,” katanya.

Secara negara tujuan, ekspor Sumsel bulan Oktober 2018 mengalami penurunan dibandingkan bulan September 2018. Penurunan terjadi pada beberapa negara tujuan utama yaitu Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand,Italia,  dan Jerman meskipun ekspor ke Malaysia, Vietnam dan India mengalami peningkatan nilai ekspor.

“Tiongkok,Malaysia dan India menjadi negara tujuan utama ekspor Sumsel pada periode Januari-Oktober 2018,” katanya.

Lanjut dia mengatakan, dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor secara keseluruhan, maka konstribusi ekspor produk industri sebesar 70,01 persen, produk pertambangan 21,15 persen dan kontribusi ekspor sektor pertanian 0,99 persen serta ekspor migas 7,85 persen.

“Kita berharap ekspor Sumsel akan meningkat dibandingkan dengan hasil yang kita catat ini untuk bulan selanjutnya, sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang terjadi. Dengan begitu kondisi yang terjadi ini dapat diatasi hingga mampu meningkatkan kembali ekspor karet Sumsel,” tandasnya. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here