Home Ekonomi Smartfren Alokasikan Rp3 Triliun

Smartfren Alokasikan Rp3 Triliun

0
Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra didampingi Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo menjelaskan bahwa Smartfren menganggarkan dana senilai 200 juta dollar AS atau Rp3 triliun untuk keperluan ekspansi jaringan

Untuk Ekspansi Jaringan

PALEMBANG, PE – Smartfren terus membangun jaringan 4G LTE, bahkan operator seluler yang beralih dari CDMA ke GSM untuk 4G ini menganggarkan dana senilai 200 juta dollar AS atau Rp3 triliun untuk keperluan ekspansi jaringan di wilayah operasionalnya di seluruh Indonesia.

Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra mengatakan, dana yang dianggarakan tersebut sebagian besar dialokasikan untuk pengembangan jaringan 4G LTE. “Dulu kita punya Andromax, namun sudah tidak kita pasarkan lagi sehingga sekarang ini kita lebih fokus pada jaringan kita saja,” ujarnya, kemarin.

Smartfren juga memastikan pertengahan tahun ini mengumumkan bahwa pengembangan smartphone seri Andromax telah dihentikan, untuk fokus kepada bisnis inti sebagai operator seluler. Dulu, Andromax dijagokan sebagai perangkat terjangkau untuk memigrasikan para pelanggan ke 4G LTE, dalam masa transisi ketika Smartfren berpindah dari teknologi CDMA.

“Kita memastikan lini perangkat Andromax pun akan dihentikan sepenuhnya pada 2019,” katanya.

Sementara itu, Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo mengatakan anggaran 200 juta dollar AS untuk pengembangan jaringan 4G LTE dialokasikan untuk belanja modal selama 2017 hingga 2020.

“Besarnya berbeda-beda untuk tiap tahun. Tergantung kebutuhan pengembangan jaringan di tahun itu,” kata Munir.

Dirinya menjelaskan bahwa salah satu upaya pengembangan jaringan Smartfren adalah dengan menambah Base Transceiver Station (BTS). Pada 2020, pembangunan BTS 4G Smartfren ditargetkan bisa 150 persen lebih banyak dibandingkan di 2017, hingga kuartal II 2018, Smartfren mengklaim sudah memiliki 16.000 BTS.

“Kami menargetkan pada akhir 2018 sudah bisa menjangkau 70 persen populasi Indonesia, khusus di Pulau Jawa kami berharap bisa mencapai 90 persen populasi,” ungkapnya.

Smartfren memiliki jaringan 4G LTE di 200 kota di empat pulau besar Indonesia yang menjadi wilayah operasionalnya, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. KUR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here