Home Sumsel Lubuklinggau Sudah 2 Kali Longsor, Warga Minta Dibuatkan Talud

Sudah 2 Kali Longsor, Warga Minta Dibuatkan Talud

0
Pasca longsor yang terjadi di pemukiman warga RT 03 Kelurahan Tapak Lebar, warga bergotong royong lakukan perbaikan seadanya

LUBUKLINGGAU, PE – Warga RT 03 Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau segera memasang talud di wilayah mereka. Pasalnya, di lokasi tersebut rentan terjadi longsor, bahkan sudah terjadi dua kali tepatnya Juli 2018, dan kemarin (3/12), lantaran hujan yang sering mengguyur wilayah sini.

Menurut data yang dihimpun, sebelumnya warga sudah melapor ke Ketua RT, dilanjutkan ke Lurah Tapak Lebar, bahkan Camat Lubuklinggau Barat II. Tidak hanya itu, Ketua RT 03 juga sudah melayangkan surat permohonan pembangunan talud di lokasi tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Lubuklinggau.

Hingga saat ini belum ada gerakan dari OPD untuk melakukan pembangunan talud di kawasan tersebut. Jika tidak segera dilakukan pembangunan talud, dikhawatirkan tanah yang amblas atau longsor akan semakin banyak sedangkan di bawahnya ada pemukiman penduduk. Selain itu, akses warga tertutup longsor.

“Tidak hanya itu di atasnya juga banyak pemukiman, kalau didiamkan takutnya terjadi longsor lagi apalagi musim hujan seperti saat ini,” ungkap Zainona, Camat Lubuklinggau Barat II saat dikonfirmasi.

Ditambahkan Zainona, untuk mengantisipasi longsor lanjutan warga setempat memasang gundukan tanah. Namun, jika terjadi hujan deras potensi terjadi longsor sangat besar.

Diakui Zainona, beberapa bulan lalu sudah ada pihak DPUTR Kota Lubuklinggau melakukan pengukuran namun hingga saat ini belum ada pembangunan.

“Mungkin karena terbatas anggaran, jadi belum dibangun. Kami berharap, masih ada dana minimal dana bencana alam untuk dibangun talud guna antisipasi adanya longsor lanjutan,” harap Zainona.

Terpisah, Kabid Bina Marga DPUTR Kota Lubuklinggau, Ihwan mengatakan ia bersama tim akan melakukan cek lokasi. Jika memang masuk dalam Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPUTR Kota Lubuklinggau maka akan diperbaiki.

Ihwan menjelaskan, DPUTR Kota Lubuklinggau hanya bertanggung jawab pembangunan talud untuk kawasan perkantoran milik Pemkot Lubuklinggau. Sedangkan di kawasan pemukiman sudah menjadi tanggung jawab Disperkim Kota Lubuklinggau.

“Tapi akan kami cek terlebih dahulu, jika memang memungkinkan kami kerjakan dan tidak bertentangan dengan aturan yang ada akan kami upayakan,” ungkapnya. NSR/AFA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here