Home Kriminal asusila Biadab, Heri Perkosa Anak Yatim

Biadab, Heri Perkosa Anak Yatim

0

PRABUMULIH, PE – Sungguh biadab dan keterlaluan apa yang dilakukan Heri (29), warga Desa Alai Selatan Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim. Pasalnya, Heri nekat memperkosa seorang gadis berinisial DT (16) yang merupakan anak yatim piatu dan memiliki keterbelakangan mental.

Akibat perbuatannya itu, korban DT mengalami trauma psikologis. Sementara pelaku Heri diamankan di Polsek Lembak. Pelaku terancam Pasal 81 ayat 2 UU No. 17 Tahun 2016 perubahan kedua UU No.35 Thn 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban sedang berada di pondok depan rumahnya yaitu Dusun II Desa Alai Selatan Kecamatan Lembak sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (1/1). Kemudian korban diajak Heri menuju semak-semak halaman rumah kosong di Dusun III Desa Alai Selatan Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.

Dengan bujuk rayu akan diberi uang Rp 50 ribu, pelaku kembali membujuk rayu untuk membuka baju dan memeluk dan mencium, mencabuli korban. Setelah melakukan persetubuhan, pelaku menyuruh korban pulang dan mengancam agar jangan bercerita kepada orang lain.

Tetapi sesampainya di rumah, korban menceritakan kejadian tersebut kepada kakak ipar korban yaitu Hayla dan kakak kandung korban Wandar Adios. Selanjutnya, kakak korban melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Desa Alai dan diteruskan Kades ke Kapolsek Lembak AKP Alfian SE.

Setelah ditangkap dan diinterogasi, Heri mengakui perbuatanya melakukan persetubuhan dengan DT. “Dua kali saya setubuhi korban pak. Saya imingi uang Rp 50 ribu,” terangnya, Senin (7/1) siang.

Kapolres Muara Enim Abner Juwono SIK SH MH melalui Kapolsek Lembak AKP Alfian HN SE mengatakan, korban adalah anak yatim piatu dan memiliki keterbelakangan mental. “Pelaku dipancing keluar lalu korban diajak disemak-semak, kemudian kita tangkap. Pelaku terancam Undang-Undang Perlindungan Anak ancaman 15 tahun penjara. Pengakuan pelaku sudah 2 kali memperkosa korban,” pungkasnya. RAY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here