Home Ekonomi Pertamina Sehat Bantu Mobil Ambulans

Pertamina Sehat Bantu Mobil Ambulans

0

PALEMBANG, PE – Membuka lembaran baru di tahun 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel kembali menyerahkan tiga unit mobil ambulans. Mobil ambulans yang diserahkan langsung oleh General Manager MOR II Sumbagsel, Primarini kepada Yayasan Darussalam Danau Rata Sungai Rotan Muara Enim, Desa Bintaran Kabupaten Banyuasin, dan Desa Kuang Dalam Barat Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini merupakan bentuk Program Bina Lingkungan dalam bidang kesehatan atau dikenal dengan nama Pertamina Sehat.

“Pertamina sangat bersyukur, selain menjalankan amanah untuk memastikan kebutuhan energi, kami juga senantiasa terus berkontribusi lebih bagi masyarakat di bidang lainnya. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik dan akan terus berlanjut kontribusi-kontribusi Pertamina lainnya di tahun 2019 ini,” tutur Primarini.

Dia merinci, seluruh mobil ambulans yang diserahkan sudah dilengkapi dengan perangkat dan fasilitas kesehatan. Di bagian luar, mobil sudah dilengkapi dengan sirine dan pengeras suara yang terhubung langsung dengan panel kontrol di dekat pengemudi.

Sementara, di bagian dalamnya, fasilitas kesehatan berupa alat dan obat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), tabung oksigen, stretcher atau tandu, serta fasilitas lainnya juga sudah tersedia.

“Mobil ini siap digunakan. Karenanya kami berharap, kelak di lokasi masing-masing mobil ini bisa bermanfaat besar bagi masyarakat. Pesan saya tolong mobil ambulans ini dirawat dan dijaga supaya bisa bermanfaat dalam jangka panjang dan terus melayani bagi yang membutuhkan,” jelasnya.

Pada ketiga lokasi tersebut memang akses kesehatan masih cukup sulit, apalagi mayoritas masyarakatnya merupakan masyarakat yang kurang mampu.

Karenanya, mobil ambulans ini diharapkan dapat meringankan serta memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik.

Kepala Desa Kuang Dalam Barat, Mahersyah yang hadir langsung untuk menerima mobil ambulans menyampaikan bahwa sebelumnya akses masyarakat untuk fasilitas mobil ambulans cukup terbatas.

“Karena cukup susah, biasanya masyarakat di desa saya mengandalkan warga yang punya mobil pribadi untuk membawa warga yang butuh pertolongan ke klinik, puskesmas ataupun rumah sakit. Kalau darurat ‘kan kasihan karena selama perjalanan tidak bisa diberikan pertolongan pertama dulu karena tidak ada peralatannya,” jelasnya. RIL/LA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here