Home Palembang Siaga Karhutla, Posko Diaktifkan

Siaga Karhutla, Posko Diaktifkan

0

PALEMBANG,PE- Menjelang musim kemarau yang diperkirakan akan terjadi di Mei mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) segera mengaktifkan kembali posko-posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Sumsel.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iriansyah mengatakan, sejak ditetapkan status siaga Karhutla pada 8 Maret 2019 lalu oleh Gubernur Sumsel, H Herman Deru, pihaknya telah membetuk posko-posko yang tersebar di Kabupaten/Kota di Sumsel, khusunya di sembilan daerah rawan Karhutlah.

“Rencananya, 30 April nanti ini kita akan melakukan rapat koordinasi besama Dansatgas Karhutlah yakni Danrem 044 Gapo, juga pihak terkait untuk lebih memantapkan lagi kesiapan penanganan karhutla ini,”jelas Iriansyah.

Untuk posko yang disiagakan, lanjut Iriansyah masih dengan jumlah yang sama dengan tahun lalu termasuk jumlah personel yang disiagakan.

“Posko yang kita siagakan masih seperti tahun lalu yaitu 756 posko, Karhutla tersebar di 17 kabupaten/Kota kita aktifkan lagi,” ungkapnya.

Sebanyak 756 Posko ini ada diberbagai satuan seperti satu posko bersama Provinsi, satu Posko Korem, satu Posko Polda, satu Posko Lanud, 18 posko lapangan bersama, 9 posko di Kabupaten, 167 posko lapangan dari perusahaan perkebunan, 185 posko lapangan dari perusahaan HTI, 50 posko mangala Agni, 65 posko KTPA Disbun, 120 posko MPA Perusahaan HTI dan 135 posko KTPA Perusahaan Perkebunan.

Lebih lanjut Iriansyah menyebut, potensi rawan karhutlah masih rawan terjadi di sembilan kabupaten/kota yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Pali, Muara Enim, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara.

Sementara itu hari ini (26/4) bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana, juga dilaksanakan apel sekaligus simulasi penanganan korban ketika terjadi bencana yang serentak dilaksanakan di Indonesia di masing-masing BPBD Provinsi, Kabupateb/Kota hingga tingkat pusat.

“Simulasi yang kita lakukan kali ini penanganan bencana Karhutla, karena ketika terjadi karhutlah banyak sekali lahan terbakar dan dampak dari asap tersebut, korbannya manusia, seperti gangguan pernapasan, iritasi dan luka bakar. Oleh sebab itu kita simulasikan ini untuk mempersiapkan SDM dan peralatan kita dalam rangka mensiagakan penanggulangan bencana khususunya Karhutlah di Sumsel,”urainya.

Juga dilakukan penanaman 200 pohon di lingkungan kantor BPBD Sumsel. “Kita harus bersahabat dengan alam, maka alam juga bersahabat dengan kita jadi kita jaga alam, alam juga jaga kita, kalau kita jaga alam tidak ada kerusakan lingkungan, ekosistem juga akan terjamin. Oleh sebab itu pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menggerakkan kesadaran masyarakat untuk menjaga alam sehingga tidak terjadi bencana,”tandasnya. BET

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here