Home Sumsel Jadikan Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor Hak Anak

Jadikan Anak Sebagai Pelopor dan Pelapor Hak Anak

0

MURATARA, PE- Dalam rangka menyuarakan dan melindungi hak-hak anak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) serta mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), PemkabMuratara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Muratara akan menjadikan Anak-anak sebagai Pelopor dan Pelapor menyuarakan Hak-hak Anak, senin (13/5).

Melalui Forum Anak (FA) Muaratara, dibawah binaan Dinas PMD/P3A Muratara, semua Anak-anak yang berasal dari desa-desa di Kabupaten Muratara, dibimbing dan diajarkan tetang pentingnya melindung hak-hak anak. Mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat dan pemerintahan yang menjamin hak-hak tersebut.

Diungkapkan Kepala DPMD/P3A, Hj Gusti Rohmani melalui Kabid P3A, Lindawati, syarat dalam KLA itu adanya Forum Anak yang idealnya ada di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan tingkat Desa. Saat ini, menurut dia, Kabupaten Muratara telah memiliki FA tingkat Kabupaten dan di tujuh Kecamatan, yang telah dilantik oleh pak Bupati pada tahun 2018 lalu.

Lanjutnya, untuk tingkat Desa nantinya anak-anak yang sudah tergabung dalam FA ditugaskan untuk membentuk FA ditingkat Desa-desa. Karena mereka aslinya berdomisili dari Desa-desa, dengan tugas utamanya untuk menyuarakan hak-hak anak. Dalam satu tahun sekali hasil dari tugasnya akan dipublikasikan bertepatan dengan Hari Anak Nasional, setiap tanggal 23 Juli.

“Seharusnya pada setiap kegiatan yang mewakili anak-anak mereka diikutkan, seperti dalam acara Musrenbang dan lain sebagainya, sesuai UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Itu ada yang seharusnya suara anak-anak itu didengarkan, karena mereka adalah generasi muda dan SDM yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini,’’ ungkapnya.

Menurutnya, karena anak-anak yang tergabung dalam FA ini berasal dari anak sekolah kelas tujuh sampai kelas sebelas disekolahnya yang sudah tergabung dalam kegiatan OSIS, Pramuka, pengajian dan lainnya, diharapkan mereka bisa menjadi Pelopor dan Pelapor bagi hak-hak anak-anak di Kabupaten Muaratara.

“Jadi kepada pemerintah dan masyarakat, kita juga berharap agar forum anak ini jangan dipandang sebelah mata. Karena pembantunya sudah jelas dengan ada payung hukumnya, termasuk hak-hak merana sebagai anak yang dijamin oleh negara sesuai Undangan 45 hak untuk hidup,” tuturnya.

Sementara Juniken Selvi (16) dan Rendi (16) siswa SMAN Surulangun mengungkapkan, dengan adanya forum anak Muratara ini kalau selama ini banyak terjadi kasus-kasus negatif tentang anak seperti pernikahan dini, bully dan kecanduan HP, pihaknya akan mengajak kembali ke kegiatan hal-hal yang sifatnya positif.

“Kita disini berharap juga adanya peran penting orang tua dalam mendidik, mengontrol dan mengawasi anak-anaknya, karena terkadang kami sebagai anak tidak menyadari akan terjerumus ke dalam pergaulan dan hal-hal negatif. Kepada pemerintah supaya dapat menampung dan memfasilitasi anak-anak yang berprestasi, karena di Muratara ini banyak sekali anak-anak yang berprestasi tatapi belum tersalurkan,’’ harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here