Home Adhyaksa Sriwijaya Belum Ada OPD Disetujui untuk Pendampingan TP4D Kejari OI

Belum Ada OPD Disetujui untuk Pendampingan TP4D Kejari OI

0

INDRALAYA. PE- Banyaknya proyek di Kabupaten Ogan Ilir (OI), membuat Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat-Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir memberikan kriteria tertentu untuk melakukan pemantauan. Pengawasan tersebut, juga melibatkan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dan Jaksa Fungsional.

Kasi Intel Kejari OI Efan Apturedi SH mengatakan, ada beberapa kategori proyek yang bisa didampingi untuk tim TP4D. Diantaranya proyek nasional dan daerah yang sangat strategis menyangkut pelayanan kepentingan umum, anggaran proyek besar atau rawan diselewengkan.

“Ya, kalau Rp300 juta atau proyek PL mau minta pendampingan tim TP4D bagaimana? Karena di kejaksaan kan jumlah jaksanya saja sedikit, berapa banyak tenaga yg harus dikerahkan, kita realistis sajalah. Jangan proyek receh recehlah minta dampingi, jadi motifnya apa?,” paparnya, Senin (22/7).

Menurut Efan, kalau minta pendampingan minimal nilai proyeknya Rp1 miliar. Sampai saat ini, lanjut dia, sudah ada sekitar 4 dinas yang mengajukan pendampingan. “Ya kita lihat dululah apa tujuannya meminta pendampingan. Saya mau kumpulkan dulu agar mereka memberikan pemaparan dari titik 0 soal proyek tersebut,” sambungnya.

Kemudian setelah pemaparan lanjutnya, pihaknya akan melaksanakan rapat apakah proyek tersebut bisa didampingi atau tidak. “Kemudian nantinya kita akan surati dinas terkait. Jadi sampai saat ini belum ada yang kita setujui untuk pendampingan,” terangnya.

Disinggung soal jika ada oknum yang nekad memasang spanduk bahwa proyeknya sudah ada pendampingan, ia mengatakan jika ada hal tersebut ada maka segera laporkan tindakan tersebut ke Kejari OI. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here