Home Palembang Pendemo Desak 5 Komisioner KPU Dicopot dan Fasilitas Dicabut

Pendemo Desak 5 Komisioner KPU Dicopot dan Fasilitas Dicabut

0

PALEMBANG, PE-Sidang perdana 5 komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang yang didakwa menghilangkan hak suara ribuan warga, diwarnai aksi unjuk rasa, Jumat (5/7).

Puluhan massa yang mengatasnamakan Gabungan Kampus Kota Palembang menggeruduk Pengadilan Negeri Kelas I-A Khusus Palembang ketika sidang dengan agenda pembacaan dakwaan digelar. Mereka menuntut agar proses hukum terhadap para Komisioner KPU, bebas dari unsur politik dan intervensi pihak mana pun.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah Rudianto Widodo berujar, tindakan para komisioner tersebut merupakan sikap tercela dan mencederai proses demokrasi di Indonesia. Dari sekian banyak penyelenggara di kota lain, dirinya merasa malu Komisioner KPU Palembang menjadi satu-satunya yang dijadikan tersangka dalam dugaan tindak pidana pemilu.

“Mereka sudah resmi dijadikan tersangka, tolong diadili seadil-adilnya. Kami akan mengawal temuan Bawaslu Palembang yang berupa pelanggaran dan menghilangkan hak-hak rakyat Indonesia,” ujar Rudi.

Selain itu, pihaknya pun mengapresiasi kinerja kepolisian beserta sentra Gakkumdu yang terus melakukan penyelidikan hingga kini bisa disidang.

“Kami pun mendesak DKPP mencopot jabatan dan fasilitas 5 Komisioner KPU Palembang yang telah mencederai demokrasi dengan menghilangkan hak suara rakyat. Kami akan kawal terus PN untuk bertindak tegas menjatuhkan hukuman sesuai UU, tanpa ada intervensi pihak mana pun,” kata dia.

Massa terus berorasi tanpa, henti meminta untuk masuk ke dalam kompleks Gedung PN. Namun aparat kepolisian yang berjaga tidak mengizinkan masuk meski massa terus merangsek maju.

Hingga akhirnya Ketua Pengadilan Negeri Kelas I-A Khusus Palembang Bongbongan Silaban menemui massa aksi. Bongbongan mengatakan, pihaknya merasa terhormat bahwa masyarakat dan mahasiswa memiliki kehendak untuk ikut mengawasi kinerja pengadilan. Pihaknya memastikan persidangan tersebut akan berjalan tanpa intervensi, dan pihaknya bersikap profesional.

“Sekarang sudah sidang, akan dilakukan setiap hari selama 7 hari berturut-turut. Masyarakat boleh menyaksikan jalannya sidang karena terbuka untuk umum. Silakan kawan, kita tetap transparan dan profesional menjalankan sesuai prosedur dan undang-undang,” ujar dia.

Lanjutnya, pihaknya menanggapi desakan massa yang menginginkan para Komisioner KPU Palembang untuk ditahan. Bongbongan berujar, karena ancamannya di bawah 5 tahun, baik penyidik, jaksa maupun pengadilan tidak bisa menahan para terdakwa.

“Tinggal tunggu vonis, kita lihat bersalah atau tidak. Kalaupun divonis bersalah, terdakwa masih bisa bisa melakukan upaya hukum. Silakan dikawal saja prosesnya,” tukasnya. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here