Home Sumsel Baturaja Soal Pembatalan PT. SMI Ini Penjelasan Bupati OKU

Soal Pembatalan PT. SMI Ini Penjelasan Bupati OKU

0

BATURAJA. PE -Rencana pembangunan gedung baru RSUD Dr Ibnu Soetowo Baturaja batal menggunakan dana pinjaman daerah dari PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero, karena akan dianggarkan menggunakan APBD Induk OKU tahun 2019. Namun Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Azis menegaskan, jika pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang hendak berobat di RSUD Dr Ibnu Soetowo masih berjalan dengan baik dan lancar.

Hal ini disampaikan Kuryana Azis kepada wartawan di Rumah Kabupaten (Rumkab) OKU, Selasa (9/7), usai menerima simbolis plakat penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari bidang Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN RI pada acara puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-26 Tahun 2019, dari Kepala PPKB OKU, Nanang Nurzaman.

“Saya sampaikan kepada rekan-rekan wartawan maupun masyarakat, meski pembangunan RSUD Dr Ibnu Soetowo ini baru akan dianggarkan pada APBD OKU 2020 mendatang, ini tidak mengganggu untuk pelayanan yang ada di rumah sakit. Karena ruangan kita masih cukup untuk pelayanan kepada masyarakat. Dan ini pasti akan dibangun. Pasti akan dibangun. Tidak akan kita biarakan saja,” ujar Kuryana, saat menyampaikan keterangan resminya, didampingi beberapa kepala OPD dijajarannya.

Dikatakan Kuryana, bahwa pembatalan pembangunan gedung baru RSUD Dr Ibnu Soetowo menggunakan dana pinjaman daerah dari PT.SMI karena terkendala beberapa persyaratan yang masih kurang lengkap. Meski sempat ditenderkan melalui LKPP SPSE pada 20 Februari 2019, terdapat dua peserta tender yang melakukan penawaran. Namun sambung Kuryana, dari hasil verifikasi serta proses yang dilakukan, diketahui persyaratan dua peserta lelang yang melakukan penawaran tidak terpenuhi.

Hingga April 2019, menurut Kuryana, pihak peserta lelang tidak dapat melengkapi persyaratan lelang. Hal ini mengakibatkan pihak pelaksana kegiatan harus melaporkan, belum terpenuhinya persyaratan lelang tersebut ke PT.SMI.

“Karena semua kegiatan harus kita laporkan ke PT.SMI. Karena harus lapor ke PT.SMI, kan tidak mungkin dua hari selesai, mungkin seminggu kan sudah makan waktu. Hingga sampailah Juni kemarin dan persyaratan tidak lengkap. Akhirnya Pak Karel selaku panitia lelang memutuskan itu gugur (lelang, red),” tegas Kuryana.

Ditambahkan Kuryana, dengan dianggarkannya pembangunan RSUD Dr Ibnu Soetowo menggunakan APBD OKU 2020, nantinya dirinya menjamin penganggaran pembangunan tersebut tidak akan mengganggu dana anggaran untuk kebutuhan lainnya.

“Ini kan tidak masalah kita menggunakan APBD. Kan tidak murni dari APBD kita. Kan kita nanti akan mendapatkan reward, Bangub dan DID. Kan ini tidak akan mengganggu APBD kita. Nah, tolong diekspos soal ini. Supaya masyarakat tahu. Artinya, kita tidak main-main dan sangat serius soal pembangunan RSUD kita ini. Agar tidak menjadi polemik,” tutup bupati. YEN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here