Home Sumsel Indralaya Enam Desa di OI Akan Dilintasi KA Batubara

Enam Desa di OI Akan Dilintasi KA Batubara

0
Konsultasi Publik PT Bukit Asam terkait rencana pembangunan rel KA khusus angkutan batubara.

INDRALAYA. PE- Sebanyak enam desa di dua Kecamatan dalam Kabupaten Ogan Ilir akan dilintasi jalur kereta api angkutan batubara. Rencananya jalur KA itu, tahun ini akan dibangun pihak PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Hal ini terungkap dalam acara Konsultasi Publik yang digelar di Rumah Makan Sederhana Km32 Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (08/08) kemarin.

Dalam selembaran materi yang dibagikan pihak PTBA ke peserta kegiatan Konsultasi Publik, bahwa deskripsi rencana usaha dan/kegiatan seperti pengembangan jalur angkutan batubara kereta api ke arah utara dengan kapasitas angkutan sebesar 10 juta ton per tahun, melalui pembangunan rel lingkar Stasiun Simpang-Prajen.

Membangun terminal batubara dan infrastruktur baru, dengan kapasitas 10 juta ton per tahun di lokasi Perajen (selanjutnya disebut Terminal Khusus Perajen). Membangun stasiun antara di area Pangkalan Gelebek, yang selanjutnya disebut Stasiun Gelebek.

Nah, untuk deskripsi lokasi rencana kegiatan panjang rel kereta api rute Simpang-Prajen lebih kurang 33,55 km, dengan melalui tiga Kabupaten yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, dan Banyuasin.

“Ogan Ilir kita denger tadi rencananya sepanjang 11,7 km, OKI 3,6 Km, dan Banyuasin 18,2 Km. Khusus Kabupaten kita akan melintasi tujuh desa, yang tersebar di tiga Kecamatan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dicky Salendra.

Dibeberkannya, desa-desa yang dilintasi seperti Kecamatan Indralaya Utara Desanya Sungai Rambutan, Pemulutan di Desa Muara Dua Baru, Pelabuhan Dalam, Sembadak, Tanjung Pasir, dan Desa Pemulutan Ilir.

Sementara Asisten II Setda Pemkab Ogan Ilir, H Muhsin Abdullah yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, meminta kepada pihak PTBA agar pembangunan rel kereta api nantinya tidak membuat kesan kumuh di areal sepanjang rel tersebut.

“Masukan yang kita berikan agar pembangunan rel, dari awal sampai akhir tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Jika perlu kawasan itu bisa dijadikan tempat wisata, dengan kanan kiri dibikinkan jalan dan ditanami pepohonan,” harapnya. VIV

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here