Home Sumsel Muara Dua Harga Kopi di OKU Selatan Terus Anjlok

Harga Kopi di OKU Selatan Terus Anjlok

0
Petani kopi di Desa Sinar Danau, Kecamatan Buana Pemaca, OKU Selatan, sedang menjemur kopi hasil kebunnya. FOTO: ANDRE/PALPRES.

MUARADUA. PE – Petani Kopi di berbagai wilayah Kecamatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, terus dibuat menangis. Hal ini lantaran jelang Idul Adha 1440 Hijirah, harga jual kopi di pasaran hanya Rp 15 ribu perkilogramnya.

Pantauan di lapangan, musim panen kopi tahun 2019 tak mengutungkan bagi kalangan petani kopi, hal ini karena harga jual kopi dipasaran terus mengalami anjlok. Sempat turun menjadi hanya Rp 16 ribu, kini hanya berkisaran Rp 15 ribu perkilogramnya.

“Terus turun, panen tahun 2019 ini tak begitu mengembirakan hanya jual kopi, turun terus, minggu ini hanya Rp 15 ribu perkilogram,” keluh Yanto salah satu petani Kecamatan Tiga Dihaji, Ahad (4/8).

Dikatakannya, harga jual kopi turun setiap waktu yang krusial seperti, jelang Lebaran dan anak masuk sekolah, masih menjadi permasalahan utama terus dihadapi kalangan petani kopi.

“Yang paling buat kami petani kopi kecewa. Waktu hendak mendaftar anak sekolah dan pada jelang Hari Raya, disaat kebutuhan petani lagi meningkat harga jual kopi dipasaran malah turun,” jelasnya.

Sementara itu, Hardan (52) petani di Sinar Danau mengaku, di saat kebutuhan meningkat, kalangan petani masih tetap menjual kopi seiring, walaupun mereka sangat tercekik dan rugikan.

“Kalau sudah menyangkut mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Berapapun harga dipasaran tetap kami jual. Sudah ngak bisa ditunda-tunda karena akan menyangkut ekonomi keluarga,” jelasnya. DRE

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here