Home Palembang Usaha Berpotensi Pungut Pajak Wajib Pasang e-Tax

Usaha Berpotensi Pungut Pajak Wajib Pasang e-Tax

0

PALEMBANG, PE – Lantaran enggan dipasangi e-Tax, Kedai Bakso Granat Mas Aziz di Jalan Inspektur Marzuki, Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat (IB) I terancam disegel. Awalnya petugas dari Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang hendak memasang perangkat e-Tax, namun pengelola kedai tersebut menolak sampai mendapat tiga kali surat peringatan dari BPPD Palembang.

Sebelumnya, petugas BPPD sempat diterima pihak Bakso Granat Mas Aziz untuk memasang alat tersebut pada Rabu (4/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Namun saat selesai dipasang dan terpantau sekitar pukul 14.40 WIB, alat tersebut sudah dalam keadaan offline.

Untuk memastikan, petugaspun kembali datang melakukan pengecekan. Benar saja, saat tiba petugas melihat kondisi kabel e-Tax telah rusak atau diputus kabelnya.

Salah seorang pria yang mengaku adik pemilik kedai bakso ini memutus kabel alat perekam pajak dan memarahi petugas dengan nada tinggi. Disertai kata-kata yang mengintimidasi dan membuat petugas terancam.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas BPPD kemudian mengambil kembali sebagian alat perekam pajak yang dirusak, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) IB I.

“Petugas BPPD sudah persuasif tidak tahunya malah mendapat respon seperti ini (kasar),” ujar Sekretaris BPPD Palembang, Ikhsan Tosni didampingi Polisi dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (5/9).

Pantauan di lapangan, warung Bakso Granat Mas Aziz masih buka seperti biasa, pekerja sejak pukul 09.00 WIB mulai melakukan kegiatan seperti membersihkan lantai serta memasak.

Tepat pukul 11.30 WIB terlihat puluhan Satpol PP dan BPPD mendatangi warung Bakso Granat Mas Aziz. Kedatangan ini mengakibatkan ketegangan dan komunikasi berjalan alot. Bahkan terdengar puluhan karyawan bakso granat lalu menggelar yasinan.

Kabid Pajak Daerah Lainnya (PDL) BPPD Palembang, Agung Nugraha menegaskan, untuk alat yang dirusak tetap diproses ke ranah hukum karena barang tersebut milik negara. Untuk sementara belum ada penyegelan, satu pekan ke depan dilihat pihak kedai memiliki iktikad baik atau tidak.

“Jika tidak mengindahkan, maka kita tidak segan-segan untuk menyegel. Untuk alat yang dirusak tetap diproses ke pihak kepolisian dengan tuduhan pengrusakan,” katanya.

Diketahui, kedai Bakso Granat Mas Aziz ini memiliki omset Rp 8 juta perhari. Pihaknya terus memantau pemilik usaha yang berpotensi wajib pungut pajak. Dia mengatakan, untuk penerima surat peringatan lebih kurang 40 badan usaha dan rata-rata indikasi mencabut alat e-tax.

Terpisah Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin menegaskan, dari awal Bakso Granat atas memang tidak ada iktikad baik. Menanggapi pengrusakan alat e-tax tetap berjalan sesuai proses hukum.

“Kita tunggu saja surat penetapan dari Wali Kota Palembang untuk penyegelan dan pencabutan izin usaha jika memang tidak ingin dipasang e-tax,” tegasnya.

Sementara itu Owner Bakso Granat Mas Aziz, Aziz mengatakan, hal ini hanya miss komunikasi saja, karena saat memasang dia tidak berada di tempat, hanya ada adiknya. DYN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here