Home Sumsel Banyuasin Budidaya Ikan Banyuasin Jadi Pilot Projek KKP

Budidaya Ikan Banyuasin Jadi Pilot Projek KKP

0

BANYUASIN.PE- Budidaya ikan patin di Desa Sungai Rengit Kecamatan Talang Kalapa, terpilih menjadi lokasi Pilot Project KKP-FAO dalam kegiatan proyek “Supporting Local Feed Self-Sufficiency for Inland Aquaculture in Indonesia (TCP/INS/3606)” dan temu lapang pakan mandiri provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) di lokasi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jarwo.

Asisten I Setda Banyuasin Ir Kosarudin MM didmpingi Kadis Perikanan Ir Hj Ria Apriani MSi menyampaikan, kepada Dirjen Perikanan Budidaya, dan Ketua Komisi IV DPR RI, Edi Prabowo atas semua perhatian dan bantuannya. Sehingga Banyuasin bisa mengespor ikan patin hingga internaisonal.

Untuk itu, Tahun 2020 Kabupaten Banyuasin akan melakukan terobosan, pengembangan budidaya ikan patin kualitas ekspor secara terpadu dalam satu kawasan, dilengkapi industri pengolahan ikan patin di Desa Merah Mata Kecamatan Banyuasin I.

“Di Merah Mata disiapkan luas lahan 100 Ha, pada tahap awal bisa dimanfaatkan 50 Ha,” kata Kosarudin pada acara panen ikan di Desa Sungai Rengit yang direncanakan lokasi kolam hingga 200 hektar dan akan dijadikan tempat produk pakan ikan.

Ditambahkan Kadis Perikanan, Kabupaten Banyuasin termasuk salah satu kabupaten penghasil ikan terbesar di Sumatera Selatan terutama ikan patin dan lele dengan sentra budidaya ikan patin berada di Kecamatan Talang Kelapa.

“Bukan tidak mungkim Banyuasin bisa mengekspor ikan patin ke internasional,” cetus Ria yang menunjukan potensi perikanan di Banyuasin meliputi perikanan budidaya, air tawar, air payau, dan air laut serta perikanan tangkap,” ujarnya.

Daerah potensi budidaya ikan air tawar hampir diseluruh kecamatan. dengan potensi luas lahan sebesar 244.239,58 Ha. “Setip kecamatan ada budidaya ikan air tawar,” ungkapnya.

Hanya saja, jelas Ria, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah tingginya harga pakan pabrikan komersil masyarakat masih menggunakan pakan pabrik sehingga cost yang dikeluarkan sangat tinggi.

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan efisiensi biaya produksi melalui pakan mandiri yang didukung dengan ketersediaan bahan baku dengan harga yang terjangkau secara berkesinambungan.

Untuk itu, Banyuasin sangat mendukung program Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) Kementerian Kelautan dan Perikanan, ditambah lagi dengan adanya Kegiatan Farm Trial Demonstration Percontohan KKP-FAO.

Dalam memenuhi kebutuhan pakannya nanti, akan menerapkan pakan mandiri yang berbahan baku lokal dengan formulasi rekomendasi FAO yang merupakan hasil yang sudah di ujicobakan saat ini, sehingga produksi patin yang dihasilkan memenuhi persyaratan untuk ekspor.

Acara panen tadi dihadiri kepala perwakilan FAO Indonesia, Mr Stephen Rudgrad, Perwakilan NPC Diana Rakhmawati, dan Evaluasi Projec FAO Dr Dedi Jusadi M yang menjelaskan tentang produk pakan ikan yang bisa membuat ikan patin cepat besar dan sehat untuk di makan. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here