Home Palembang Mengetuk Hati Perusahaan Peduli Perpustakaan

Mengetuk Hati Perusahaan Peduli Perpustakaan

0

PALEMBANG.PE- Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) penggiat literasi Sumatera Selatan dengan tema ‘Pemanfaatan CSR Untuk Masyarakat’ di Aula Dinas Perpustakaan Sumsel, Kamis (31/10). Kegiatan ini untuk menggugah kepedulian perusahaan, baik BUMN maupun swasta, agar lebih memperhatikan perpustakaan.

Hadir sebagai pembicara, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel Eduar Juliartha, Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca Perpustakaan RI Nani Suryani, dan Duta Bahasa Sumsel H Firman Freaddy Busroh. Adapun bertindak selaku moderator, Suhana.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel Eduar Juliartha mengatakan, melalui forum diskusi ini diharapkan tumbuh kepedulian, terutama bagi perusahaan BUMN maupun swasta, untuk lebih memperhatikan perpustakaan.

“Seperti kita ketahui dalam pidato pelantikan Pak Joko Widodo, arah dan tujuan kita adalah membuat SDM Indonesia lebih maju menuju Indonesia maju 2045. Karena yang jadi pokok persoalan SDM, peran perpustakaan ada di situ. Makanya Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel menggelar FGD ini,” terang Eduar.

Dengan digelarnya FGD ini, ia melanjutkan, dapat diinventarisir masalah, serta pada titik mana yang bisa dimanfaatkan BUMN, BUMD, dan BUMS untuk membantu.

“Kita berharap perpustakaan ini bukan ekslusif, tapi menjadi satu kebutuhan bagi kita semua. Dan semua pihak tidak ragu untuk membantu,” ucapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Mislena mengatakan, peserta berasal dari BUMN, BUMD, swasta, kepala perpustakaan kabupaten kota, pustakawan, komunitas literasi, dan duta baca.

“Kita undang hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumsel, tetapi yang sudah punya program inklusi sosial ini ada empat kabupaten. Harapan kita semua kabupaten kota ikut, karena ini sudah jadi program Gubernur, yakni satu desa satu perpustakaan, termasuk seratus pojok baca untuk kabupaten kota,” urainya.

Dikatakan dia, selama ini dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan sudah berjalan untuk membantu perpustakaan, seperti Pojok Baca dari BNI. “Tapi memang belum maksimal. Kalau bisa mendukung semua untuk perpustakaan agar lebih maju lagi,” ucapnya.

Ia berharap, dana CSR perusahaan disalurkan untuk mendukung program-program perpustakaan sehingga akan terbentuk sinergi.

“Supaya perpustakaan ini tidak berdiri sendiri, kan susah dari segi pendanaan. Kalau mereka membantu, bukankah itu untuk masyarakat juga,” tukasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here