Home Palembang Prihatin Atas Kabut Asap Akibat Karhutla, Ini yang Dilakukan Anggota DPR RI...

Prihatin Atas Kabut Asap Akibat Karhutla, Ini yang Dilakukan Anggota DPR RI Ishak Mekki

0

PALEMBANG, PE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) 1, Ir H Ishak Mekki MM mengaku turut prihatin atas bencana kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Palembang, Banyuasin dan sejumlah daerah lain di Sumsel.

Sudah beberapa hari terakhir, wilayah Palembang, Banyuasin dan sekitarnya mengalami kabut asap yang pekat berakibat minimnya jarak pandang, aktifitas masyarakat terganggu, sekolah-sekolah terutama dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) terpaksa diliburkan,” ujar mantan Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018 ini kepada Tim Palpres.com, Kamis (17/10).

Sebagai Anggota DPR RI, mantan bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode itu berjanji akan memperjuangkan sekaligus menggedor pemerintah pusat, agar dicarikan solusi yang permanen untuk menanggulangi bencana alam yang selalu berulang tiap tahunnya. “Kejadian seperti ini kan selalu berulang-ulang, kenapa kita seolah tidak belajar dari peristiwa yang kerap terjadi di setiap musim kemarau datang,” imbuhnya.

Menurut suami Hj Tartilla ini, tidak ada cara lain untuk mengatasinya kecuali menyangkut perihal biaya, anggaran. Pemerintah daerah terutama yang daerahnya rawan bencana ini terkendala anggaran yang terbatas, sementara di pusat punya banyak anggaran dan ada alokasi untuk menanggulangi karhutla dan kabut asap. Seperti yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badar SAR Nasional (Basarnas).

“Idealnya dana ini full dikucurkan ke daerah dan dialokasikan untuk penanggulangan bencana semacam ini, sehingga pusat tidak melulu direpotkan saat bencana itu terjadi. Karena daerah lebih memahami dan menguasai persoalan yang terjadi, penyebab dan cara memadamkan karhutla,” singgungnya.

Terlebih, pria kelahiran Kayuagung, OKI, 1 Maret 1958 ini mencontohkan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di desa-desa yang rawan karhutla. Dia akan memperjuangkan bagaimana organisasi MPA ini dapat berjalan secara profesional yang tentunya dengan alokasi anggaran yang mapan.

“Misalnya, kalau MPA ini benar-benar diperhatikan kesejahteraannya, digaji dengan nominal yang layak tiap bulannya, tentu mereka akan bekerja secara profesional dan maksimal. Sebagai barisan terdepan, mereka akan bertanggung jawab penuh bila terjadi kebakaran. Sebaliknya bila kondisi lingkungan mereka aman, tidak terjadi kebakaran, kita beri reward. Sehingga mereka lebih semangat,” tutup Ishak. ARZ

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here