Home Palembang Satu Data Indonesia, Tiga OPD Bersinergi

Satu Data Indonesia, Tiga OPD Bersinergi

0

PALEMBANG.PE- Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan menggelar acara Sosialisasi Peranan dan Fungsi Institusi Statistik Dalam Satu Data Indonesia, di Hotel Harper Palembang, Selasa (29/10).

Acara diikuti oleh para pejabat di tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumsel dan seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini, yakni Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), BPS, dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Turut hadir Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan BPS RI Hermanto, Ucup Hidayat dari Kemendagri, Staf Ahli Bidang Pendidikan Gubernur Sumsel, Riza Pahlevi Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih, dan Kepala Dinas Kominfo Sumsel Akhmad Rizwan.

Sosialisasi yang berlangsung dua hari hingga Rabu (30/10), dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru yang diwakili Staf Ahli Bidang Pendidikan, Riza Pahlevi.

Dalam sambutannya yang dibacakan Riza Pahlevi, Gubernur mengatakan, ketersediaan data dan informasi yang memadai akan memberikan dasar dan arahan yang akurat kepada pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang tepat. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU No.25/2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

“Data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui penyelenggaraan kegiatan statistik, baik dasar, sektoral, maupun statistik khusus,” ujarnya.

Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU No.16/1997, statistik sektoral merupakan statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan, yang merupakan tugas pokok instansi bersangkutan.

“Penyediaan statistik sektoral pusat dilaksanakan oleh kementrian atau lembaga, sedangkan di daerah dilaksanakan oleh OPD. Hal ini selaras dengan UU No.23/2014 tentang pemerintahan daerah,” tuturnya.

Akan tetapi, dalam penyediaan data dan informasi yang akurat masih ditemukan beberapa permasalahan, seperti kurangnya pemahaman mengenai pentingnya data, ketidakjelasan mekanisme koordinasi antarkementerian atau lembaga, data yang tidak konsisten, dan ketidakjelasan pengolahan data.

“Pemerintah telah melakukan pembenahan dengan menerbitkan Perpres No. 39/2019 tentang Satu Data Indonesia, yang mengatur tata kelola data,” tukasnya.

Sedangkan Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih dalam sambutannya mengatakan, baru kali ini disatukan tiga OPD yang akan sangat berperan dalam Satu Data Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan peranan dan fungsi institusi dalam Satu Data Indonesia. Sehingga masing-masing institusi dapat mengerti dan memahami posisinya,” ujarnya.

Kegiatan ini, ia melanjutkan, juga untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan data dan informasi. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here