Home Olahraga Suntikan Amunisi Anyar 8 Besar

Suntikan Amunisi Anyar 8 Besar

0

PALEMBANG, PE- Menghadapi babak 8 besar Sriwijaya FC mendapat suntikan amunisi anyar agar bisa promosi ke Liga 1 musim depan. Pemain tersebut akan memperkuat lini tengah Laskar Wong Kito.

Usai cukup lama didera cedera, akhirnya Nerius Alom kembali memperkuat Sriwijaya FC di babak delapan besar Liga 2 2019.

Dengan kondisi yang terus membaik, Nerius Alom berpeluang tampil menghadapi Persewar Waropen pada laga perdana Grup A di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 14 November 2019.

“Kondisi saya sudah cukup membaik. Jika dipercaya saya siap tampil di babak delapan besar,” kata Alom, Rabu (30/10).

Pemain kelahiran Kabupaten Puncak, Papua, 29 November 1994 yang bergabung dengan Sriwijaya FC di putaran kedua Liga 2, memang jarang diturunkan. Nerius lebih sering berkutat dengan cedera yang dia bekap. Tercatat, Nerius baru turun ke lapangan membela Sriwijaya FC di tiga pertandingan saja.

Selebihnya adik kandung eks punggawa Persebaya Surabaya, Nelson Alom, itu lebih sering diparkir akibat cedera. Dengan kembalinya Nerius, bakal menjadi tambahan kekuatan di lini tengah Elang Andalas.

Kehadiran Nerius juga menjadi sebuah keuntungan. Pasalnya, Persewar yang menjadi lawan di laga perdana merupakan tim yang dikenal dengan karakter keras. Untuk mengimbangi permainan keras itu, Nerius bisa menjadi jawaban.

Sebagai pemain kelahiran Papua, Nerius tentu memahami betul karakter permainan skuat besutan Carolino Ivakdalam itu. Dengan amunisi mayoritas pemain Papua, dia pun memiliki sedikit gambaran tentang gaya bermain Persewar.

“Persewar tentu karakter permainan khas Papua ya. Permainan keras, lebih ke fisik. Dan untuk meredam itu kita harus lebih keras, lebih variatif dalam menyerang. Kita yakin bisa mengatasi lawan,” ujarnya.

Persewar sendiri menjadi salah satu kejutan di babak delapan besar. Berstatus tim promosi dari Liga 3, Mutiara Bakau justru mampu tampil maksimal dan melaju hingga ke babak delapan besar.

Persewar sukses bersaing dengan tim-tim yang lebih tenar di Wilayah Timur, seperti PSIM Jogjakarta dan Persis Solo, yang gagal melaju ke fase kedua. Padahal secara materi tim kedua tim itu justru lebih diunggulkan.

“Di Persewar ada beberapa pemain yang sudah saya kenal, Izaac Wanggai, Victor Pae, dan adik Bang Erol (Iba), Eljo Iba. Pemain-pemain ini punya kualitas, jadi kita harus tampil maksimal,” tandasnya. JAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here