Home Sumsel Muara Rupit Perkebunan Terbesar di Muratara, Ini Buah Khas Dari Desa Terusan

Perkebunan Terbesar di Muratara, Ini Buah Khas Dari Desa Terusan

0
Petani Jeruk Desa Terusan saat menjual hasil panen jeruk beberapa waktu lalu.

MURATARA, PE- Selain memiliki buah duku dan buah durian, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), juga memiliki perkebunan buah limau terbesar khas Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya.

Perkebunan jeruk atau limau bahasa masyarakat Kabupaten Muratara, yang berada di Desa Terusan dan saat ini menjadi buah lokal, diketahui telah ada sejak tahun 1995 dengan memiliki luas lebih dari 200 hektar dan asli milik perkebunan masyarakat disana.

Diungkapkan Kepala Desa Terusan, Irsan Kepada Palembang Ekspres, saat ini perkebunan limau terbesardi Kabupaten Muratara memang ada di desanya, dengan total yang telah menghasilkan saat ini lebih dari 200 hektar dan sebagian sudah dikenal beberapa daerah luar Kabupaten Muratara.

Diceritakannya, awal mulanya perkebunan limau itu ada dulunya dari pemanfaatan lahan pertanian. Karena dulu banyak warga desanya yang bertani dengan sistem pengairan mengunakan kincir air mengalami kekeringan akibat perubahan alam, hingga beralih bertanam jeruk dan hingga saat ini menjadi petani jeruk dengan perkebunan terbesar di Muratara.

“Saat ini pembeli jeruk disini terus berdatangan yang rata-rata pembelinya banyak dari orang luar daerah, seperti panen kemarin diambil pembeli dari Jawa. Olahan sendiri dari bahan jeruk ini desanya telah membuat sirup jeruk khas Muratara, yang dulu dibantu serta dibina langsung Bappeda Kabupaten Muratara,” terangnya.

Menurut Irsan, sejauh ini petani didesanya dulu tahun 2018 dibawah binaan Dinas Pertanian Kabupaten Muratara pernah diberikan pelatihan di Balai Penelitian Rempah dan Obat (Balittro) Kota Malang, khususnya dalam pengelolaan buah jeruk. Diharapkan kepada Pemda Muratara bisa menurunkan langsung Tim Balittro Bandung, ke lahan perkebunan jeruk di desanya.

“Tujuannya agar Tim balittro dapat melihat langsung perkebunan yang ada dan dapat melakukan pengujian kadar tanah di desa kami, yang dimungkinkan bisa ditanam jeruk jenis apa saja. Agar perkebunan jeruk didesa kami bisa memiliki banyak varian, serta bukan tidak mungkin suatu saat menjadi penopang perekonomian warga,” sampainya.

Dengan telah diuji nantinya, kata dia, tidak menutup kemungkinan semua lahan tidur yang ada akan digarap untuk dijadikan kebun jeruk, dengan harapan bisa ada cara agar jeruk-jeruk disini produksi tidak dipengaruhi oleh musim. “Wancananya juga kita akan buat agro wisata kebun jeruk, yang sejauh ini telah mendapatkan bantuan pembangunan rumah singah jeruk sebagai tempat transaksi dan pengepulan jeruk,” pungkasnya.

Sementara Kepala Disperkan Kabupaten Muratara, Ir Suhardiman M.Si dihubungi melalui ponselnya mengungkapkan, dinasnya selalu memberikan pendampingan kepada petani jeruk yang ada di Terusan., Salah satunya pernah diberikan pelatihan di Balittro Kota Malang, dan tahun ini telah diberikan bantuan bibit jeruk bersal Bari balitjro Kota Malang.

“Bibit jeruk yang kita salurkan nantinya akan ditanam untuk peluasan areal baru, baik itu lahan masih kosong atau memanfaatkan lahan tidur yang masih ada di Desa Terusan. Kedepan akan terus kita lakukan pembinaan agar petani-petani jeruk khas Desa Terusan ini, agar semakin besar dan semakin maju lagi,” ungkapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here