Home Sumsel Musi Banyuasin 17 Desa di Rawas Ulu Berlakukan Waktu untuk Bertamu

17 Desa di Rawas Ulu Berlakukan Waktu untuk Bertamu

0
Spanduk bertuliskan batasan waktu bertamu di malam hari, yang berlaku di 17 Desa yang ada di Kecamatan Rawas Ulu, Muratara.

MURATARA,PE- Demi menjaga keamanan dan kenyaman bagi masyarakat khususnya pada malam hari, 17 Desa di Kelurahan Kecamatan Rawas Ulu Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) resmi memberlakukan waktu penerimaan tamu dari luar desa pada malam hari, Jumat (13/12)

Ini terlihat dengan adanya sejumlah spanduk yang tepasang dirumah-rumah warga di Kecamatan Rawas Ulu bertuliskan “Diberitahukan kepada seluruh masyarakat masuk jam 23.00 WIB, dilarang menerima tamu dari luar kecuali keperluan mendesak atas izin dan pengawasan petugas siskamling yang berjaga”.

Diungkapkan Abdul Kadir, Camat Rawas Ulu, program itu merupakan gagas yang pihaknya buat dalam menciptakan kemanan, kenyamanan dan ketenangan bagi masyarakat yang ada di 17 Desa di Kelurahan Kecamatan Rawas Ulu dalam menerima tamu dari luar, khususnya pada malam hari.

“Program keamanan itu sendiri mulai diberlakukan sejak awak saya menjabat sebagai Camat Rawas Ulu, karena kita melihat banyak masyarakat sudah lupa dan terbuai dengan kemajuan zaman yang berakibat tergerusnya rasa memiliki dan cinta desa itu mulai hilang,” terangnya.

Diceritakanya, awal dia menjabat juga kembali diaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang selama ini vakum. Oleh karena itu sedikit demi sedikit semua mulai diaktifkan kembali. Selaku kepala wilayah, dia juga bersama usur Muspika siap turun pada malam hari ke desa-desa hingga Subuh dengan jadwal 3 kali dalam seminggu untuk keliling desa.

“Dalam hal ini yang kami lakukan bukan tindakan keras, tetapi kami mengajak hanya untuk keamanan dan ketertiban disetiap desa di Kecamatan Rawas Ulu. Alhamdulillah, sejak berlakukan hal itu, banyak hal-hal yang positif muncul serta cepat mendapat informasi, baik ada masyakat yang sakit, ingin melahirkan, kebakaran, hingga info kematian,” ungkapnya.

Menurut Abdul Kadir, meskipun kegiatan itu baru berjalan 2 bulan, semua hasil sudah mulai kelihatan. “Ke depan melalui kegiatan seperti ini kita berharap dapat memupuk rasa kepedulian, rasa memiliki dan cinta dengan desa serta tempat tinggalnya kita bersama dalam satu desa. Dengan tidak membedakan yang kaya dan miskin, karena keamanan, kenyamanan serta ketenangan wajib kita miliki bersama-bersama,” harapnya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here