Home Adhyaksa Sriwijaya Di hadapan Para Jaksa, Harnojoyo Beberkan Prestasi Pemerintahannya

Di hadapan Para Jaksa, Harnojoyo Beberkan Prestasi Pemerintahannya

0
Wali Kota Palembang H Harnojoyo menyaksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo mendapatkan kalungan bunga dari penari, saat tiba di lokasi acara peresmian gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri Palembang, Senin (23/12).

PALEMBANG.PE- Wali Kota Palembang H Harnojoyo membeberkan prestasi yang telah dicapai Pemerintah Kota Palembang di bawah pemerintahannya, saat menghadiri acara peresmian gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri Palembang, Senin (23/12).

“Bukan bermaksud pamer, tapi ini berkat kerja sama yang baik bersama banyak pihak. Kemajuan Palembang luar biasa. Ini dibuktikan dengan beberapa prestasi dan penghargaan yang kami terima,” katanya di depan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Hari Setiono, dan Kepala Kejaksaan Negeri Palembang Asmadi.

Hadir pula dalam acara peresmian itu, Dandim 0418 Kol (Arm) Widodo Nurcahyo, Ketua DPRD Palembang Zainal Abidin, Ketua Pengadilan Negeri Palembang, dan para jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan Kejaksaan Negeri Palembang.

Dikatakan Harnojoyo, Indeks Pembangunan Manusia Kota Palembang 78,89, melebihi tingkat provinsi dan nasional. Indikator keberhasilan lainnya, pertumbuhan ekonomi 6,69, juga melebihi provinsi dan nasional.

“Begitu juga angka harapan hidup semakin baik dari sisi kesehatan. Di bidang pendidikan, angka lama sekolah 14 tahun, melebihi nasional. Pendapatan perkapita Kota Palembang, juga semakin membaik, yakni di angka Rp14 juta lebih,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Palembang, ia mengucapkan terima kasih atas kerja samanya yang baik selama ini. Utamanya dukungan dan dorongan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan beberapa program andalannya, yakni Salat Subuh berjamaah, yang sudah berjalan empat tahun.

“Sejak kita canangkan Salat Subuh berjamaah di masjid dan musala, luar biasa jamaahnya, sudah bertambah. Bukti keseriusan kami, kami buat Perwali ketika kembali diamanahkan lagi memimpin Kota Palembang,” tukasnya.

Kegiatan Salat Subuh berjamaah ini, ia mengatakan, melibatkan seluruh jajaran Pemerintah Kota Palembang. Dan dilakukan di lingkungannya masing-masing.

“Kemudian kami juga bermitra dengan 400 ustadz tahun 2019 ini. Insha Allah 2020 nanti bertambah jadi 600 ustadz. Juga untuk memotivasi masyarakat untuk menggerakkan Salat Subuh berjamaah di masjid dan musala,” tuturnya.

Menurutnya, Salat Subuh berjamaah tidak bisa dipandang remeh. Selain kewajiban untuk melaksanakannya bagi umat Islam. Salat subuh juga sarat nilai luhur.

“Di Salat Subuh itu ada nilai luhur yang merupakan kunci sukses dalam kehidupan kita,” ucapnya.

Nilai luhur tersebut, yakni silaturahmi. Dengan Salat Subuh berjamaah, kita bersilaturahmi dengan masyarakat. Lalu disiplin waktu. “Salat Subuh saat ini jam 04.31. Kalau hadir jam enam, tidak subuh berjamaah. Artinya melatih disiplin kita dalam waktu,” ucapnya.

Nilai luhur berikutnya, kerja keras. Beberapa waktu lalu, dikatakan dia, ada seorang guru besar di Jakarta yang menyampaikan penelitian mengapa Singapura lebih maju daripada Indonesia.

“Rupanya jam kerja Singapura lebih duluan sejam dari kita. Mereka sudah kerja, kita masih tidur. Kerja keras di sini, lebih banyak manfaatkan waktu, tidak dibuang cuma-cuma dengan istirahat,” tukasnya.

Berikutnya, kerja cerdas. Sebelum melaksanakan aktivitas penuh seharian, awali lah dengan Salat Subuh berjamaah di masjid atau musala.

“Kita Salat Subuh. Barengi dengan mandi kita sehat. Insha Allah, kita serahkan diri kepada Sang Pencipta. Kita bisa memilah kerja itu mana yang baik dan mana yang benar. Ini kerja cerdas,” ucapnya.

Dan yang terakhir, nilai luhur yang terkandung di Salat Subuh berjamaah adalah keikhlasan. “Misalkan kita tidur jam delapan malam. Dibangunkan Subuh kalau tidak ikhlas tetap menarik selimut. Tapi kalau tidur jam dua dinihari pun, jika ikhlas tetap Salat Subuh berjamaah,” ujarnya.

Ia pun mengajak para pejabat pemerintahan dan swasta serta ustadz, untuk memotivasi dan mendorong masyarakat sesuai dengan agama dan kepercayaan masing memenuhi rumah ibadah.

Program Pemkot Palembang berikutnya yang disinggung Harno adalah gotong royong. Ia terdorong menggelorakan program tersebut, lantaran sebutan Palembang di dunia internasional sebagai Venesia dari Timur.

“Di Venesia itu, airnya bersih, kotanya rapi sehingga jadi destinasi wisata. Sementara kita, sungainya kotor. Ini adalah program revolusi mental. Bukan berarti kami mengajak masyarakat sama-sama turun ke lumpur mengambil sampah. Tetapi dengan hadir sama-sama di program gotong royong itu, besoknya warga tak lagi buang sampah sembarangan lagi. Sehingga apa yang jadi cita-cita kita menjadikan Palembang Emas Darussalam tercapai,” ucapnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here