Home Sumsel Muara Rupit Sidak Dewan ke RSUD, Munculkan Isu Beli Alat Radiologi ‘Seken’

Sidak Dewan ke RSUD, Munculkan Isu Beli Alat Radiologi ‘Seken’

0
Anggota DPRD Muratara saat melakukan sidak ke RSUD Muratara.

MURATARA,PE- Viralnya di media sosial tentang isu pembelian alat radiologi seken alias bekas oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), usai sidak anggota DPRD Muratara, menimbulkan opini masyarakat terkait kondisi pelayan di RSUD tersebut yang masih perlu diperbaiki.

Tudingan itu sendiri semakin viral tersebar luas di dunia maya setelah diberitakan oleh salah satu media online, yang membuat pernyataan salah satu anggota DPRD Muratara Hadi Subeno, bahwa peralatan tersebut diduga kuat alat seken

Saat dikonfirmasi Hadi Subeno yang merupakan Ketua Komisi II DPRD Muratara, membantah mengeluarkan pernyataan tersebut. Saat sidak ke RSUD itu, dia mengatakan bahwa pihaknya hanya bertanya kepada pihak RSUD mengenai alat tersebut yang baru diadakan 2019 namun sudah bergores

“Kemarin kami lakukan sidak, namun ketika didekat alat radiologi, kami bertanya apakah alat ini seken, karena sudah terdapat goresan. Atas pertanyaannya itu, pihak RSUD Rupit menjawab bahwa goresan muncul karena berbenturan dengan benda lainnya saat pengangkatan barang tersebut ke posisi saat ini,’’ ungkapnya, Selasa (14/1/2020)

Sementara Dirut RSUD Rupit, Dr Herlina, menjelaskan bahwa alat radiologi atau alat rontgen yang dituding seken merupakan peralatan dari pengadaan tahun 2019. Alat tersebut dibeli melalui supplayer berdasarkan e-Catalog, sehingga tidak mungkin peralatan tersebut merupakan alat seken.

“Alat ini kita beli berdasarkan e-Catalog, jadi mana mungkin barang ini seken,” ungkap Herlina singkat.

Terpisah, masyarakat Desa Lawang Agung, Muhammad Sukari terkait isu yang menyebar mengungkapkan bisa jadi hal itu benar, karena selama ini banyak masyarakat yang sering berobat di RSUD tersebut dan selalu dirujuk ke Lubuklinggau dengan berbagai alasan.

“Kami sering berobat kesana, khususnya anak saya, kondisi disana saat ini memang jauh berbeda dari dulu. Mulai dari pelayanan, fasilitas semakin buruk dan kalau berobat disana memang selalu dicek dahulu. Tetapi entah peralatan atau alasan apa, selanjutnya pasien selalu dirujuk ke Lubuklinggau,” ungkapnya.

Lanjut Sukari, tidak hanya sebatas itu, pengalaman juga saat istrinya berobat disana obat sendiripun mencari dari luar. Terus katanya ruang VIP, tetapi panas dengan fasilitas yang sangat tidak memadai.

“Saat anak saya berobat pemasangan jarum infus itu goyang dan bergerak sedikit berdarah, anak saya sering nangis akibatnya,’’ keluhnya.

Sebagai masyarakat, lanjut dia, hendaknya dibenahilah dulu kenyamanan pasien, barulah bisa sehat. Selain itu, SDM nya juga diperbaiki karena semua sistem bisa berjalan dengan baik kalau SDM nya mengerti. “Karena berkaca dari Dirut yang lama, semua berjalan dengan baik dan tertata, serta tidak ada kemacetan-kemacetan alat seperti saat ini,’’ harapnya.SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here