Home Sumsel Muara Dua Tak Miliki Izin, Waterboom dan Hotel Terancam Ditutup

Tak Miliki Izin, Waterboom dan Hotel Terancam Ditutup

0
Objek wisataWater Boom dan Hotel Ranau Indah di sisi Danau Ranau direkomendasikan oleh DPRD OKUS untuk ditutup, karena dinilai tidak mengantongi IMB.

MUARADUA. PE – Kawasan Objek wisata Hotel dan Waterboom Ranau Indah (RI) yang berada di sisi Pantai Danau Ranau, terancam ditutup. Pasalnya, objek wisata itu diduga tak kantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Mirisnya, waterboom serta hotel berdiri sejak Tahun 2009, namun hingga saat ini masih tetap operasional.

Hal ini terungkap setelah Komisi II DPRD OKU Selatan melakukan monitoring ke lokasi bersama Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Tata Ruang, Dinas Perkim, dan PMPTSP.

Ketua Komisi II DPRD OKU Selatan, Ardiyan Gama SH mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan seluruh instansi terkait membahas Hotel dan Waterboom Ranau Indah (RI).

“Hari ini Komisi II rapat mendengarkan keterangan dari OPD, menindaklanjuti laporan Hotel Waterboom Ranau Indah yang dibangun di Danau Ranau,” ungkapnya.

Dikatakannya, di dalam rapat terungkap tenyata bangunan tersebut tidak memiliki izin apapun, dan diperjelas dengan hasil paparan dari berbagai instansi terkait.

“Sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2009, bahwa aktivitas pembangunan, bangunan harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Karena IMB produk hukum agar nantinya bangunan tersebut legal, dengan tata ruang yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Semestinya, lanju dia, sebelum beraktivitas pemilik bangunan harus memiliki IMB, baik membangun, mengubah, memperluas, mengurangi, atau merawat bangunan sesuai dengan persyaratan administratif dan persyaratan teknis yang berlaku.

“Karena tak kantongi izin, langkah Komisi II akan mengirimkan surat rekomendasi ke Pemerintah Daerah melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk diproses, apabila perlu ditutup,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kabupaten OKU Selatan Haris Munandar SH MH mengatakan, sesuai keinginan Komisi II, Hotel dan Waterboom Ranau Indah akan ditutup.

“Untuk sementara aktivitas perhotelan maupun aktivitas wahana Waterboom tersebut akan ditutup, karena melanggar aturan perundangan-undangan,” terangnya.

Dinas PMPTSP, lanjutnya, sudah jauh-jauh hari sudah mengingatkan pemilik untuk segera mengurus Izin. “Soal rekomendasi teknis itu nantinya kita secara tertulis kita layangkan, ke dinas terkait lain,” katanya.

“Kita akan keluarkan izin setelah melalui prosedur sesuai aturan, kita tunggu dari dinas teknis DLH, Dinas PU,” lanjutnya.

Sementara pemilik Ranau Indah (RI) Group, Amril enggan berkomentar banyak terkait dengan hasil temuan Komisi II tersebut.

“Biar berjalan aja Dindo,” ujarnyasingkat ketika dihubungi melalui pesan Whatshapp. DRE

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here