Home Adhyaksa Sriwijaya 1 Tahun Tugas di Pidum Kejati Sumsel, Raih Penghargaan dari Menteri LHK...

1 Tahun Tugas di Pidum Kejati Sumsel, Raih Penghargaan dari Menteri LHK dan LPSK

0
Sila H Pulungan SH, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel.

PALEMBANG, PE – Hampir satu tahun lebih bertugas di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel), ternyata banyak prestasi yang ditorehkan oleh Sila H Pulungan SH, Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumsel.

Dua diantaranya, selama menjabat Aspidum pria berkacamata ini mampu meraih kinerja sangat baik dengan menyelesaikan perkara yang menonjol dan terbilang berpretasi dan menjadi pacuan bagi Kejaksaan lain yang ada di negeri ini. Serta berhasil mendapat penghargaan Menteri Kehutanan dan LPSK, karena kinerja dan pretasi Pidum Kejati Sumsel.

“Pertama ada perkara yang cukup menonjol yaitu tindak pidana kehutanan terkait money laundering, Pasal 39 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Kemudian dilakukan penyidikan oleh jaksa yang menghasilkan berkas perkara TPPU. Kita menuntut terdakwa atas nama terdakwa Basta Siahaan selama enam tahun penjara dan denda Rp 2 Milyar subsidair enam bulan kurungan, dan majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap terdakwa selama lima tahun penjara dan denda Rp 2 Milyar subsidair empat bulan penjara. Putusan hakim juga menjadi terobosan dalam penegakan hukum,”ujar Sila kepada Palembang Ekspres.

Pria yang pernah menjabat Kajari Denpasar ini mengatakan, kasus yang disidik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan Balai Penegakan Hukum Sumsel, semula hanya berfokus kepada tindak pidana kehutanan saja. Dengan sinergitas penyidik dan jaksa lanjut Sila, mengacu pasal 39 b Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan kemudian dilakukan penyidikan oleh jaksa yang menghasilkan berkas perkara TPPU.

“Tentunya putusan ini nantinya dapat menjadi yurisprudensi, dan menjadi best practice bagi daerah lain untuk menerapkan pelaku kejahatan kehutanan dengan dakwaan UU pemberantasan kehutanan dan TPPU secara bersama-sama. Sehingga pelaku perusakan hutan diharapkan jera, dan berpikir ulang untuk merusak atau manjarah hutan,”terangnya.

Kedua, Pidum Kejati Sumsel berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil menyabet penghargaan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait membongkar tindak pidana narkotika dengan mekanisme Justice Collaborator, sehingga berhasil mengungkap kasus jaringan Narkoba. Setelah terlebih dahulu melakukan penyelidikan bekerjasama dengan penyidik dan menyurati LPSK, dan mendapat rekomendasi dari lembaga tersebut dan meminta persetujuan dari Kejagung.

“Akhirnya penyidik berhasil mengamankan tersangka dengan barang bukti 8 kilogram. Sehingga terdakwa awal menurut hemat kita itu menjadi tolok ukur mendapatkan JC. Pidum Kejati Sumsel mendapat penghargaan pertama kali dari Kejaksaan se Indonesia dari LPSK terkait Justice Collaborator,”terangnnya.

Setelah bertugas di Sumsel, menurut Sila, pada 7 February mendatang akan menduduki jabatan baru sebagai Kasubdit Pengamanan Bidang Infrastruktur dan Telekomunikasi di Jam Intel atau Direktur D Kejaksaan Agung RI tersebut. Selama bertugas di Sumsel dirinya merasa senang terlebih komunikasi yang sudah terjalin selama ini bersama jajaran sangat baik, dan masyarakat menjadi bisa mendapatkan informasi dengan baik. Dirinya berpesan kepada seluruh jajaran Pidum Kejati Sumsel, untuk tetap menjaga profesionalitas dalam bertugas dan menjaga sinergitas dengan penegak hukum yang lain.

“Harapanan saya untuk Aspidum Sumsel yang baru, agar bisa eksis dengan membuat terobosan baru. Karena di Sumsel menarik ada tambang dan hutan. Tentunya, saya berterima kasih kepada pimpinan dan jajaran yang selama ini selalu memberi arahan dan masukan dan support. Semoga ini menjadi bekal untuk saya ditempat yang baru,”tandasnya.JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here