Home Headline News Banjir di Nibung Setinggi Pinggang Orang Dewasa

Banjir di Nibung Setinggi Pinggang Orang Dewasa

0
Kondisi banjir di jalan poros Kecamatan Nibung, Muratara.

MURATARA, PE- Akibat meningkatnya debit air Sungai Kelumpang dan beberapa sungai di wilayah Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), membuat jalan posos Kecamatan Nibung tepat diperbatasan Desa Tebing Tinggi dan Desa Jadi Mulia terputus akibat banjir, Minggu (9/2/2020).

Pantauan Palembang Ekspres di lokasi, terdapat 4 titik lokasi banjir dengan kedalaman terparah setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi itu berdampak banyaknya kendaraan yang tidak bisa melintas, mogok di jalan, hingga aktivitas masyarakat yang ikut terganggu.

Diungkapkan Lisma, salah satu warga Tebing Tinggi yang melintasi jalan itu saat hendak pulang kerja, dia berangkat kerja ke Puskesmas, Sabtu (8/2/2020), dan informasi warga lainnya hingga tadi malam jalan itu belum tergenang banjir. Seperti, kata dia, banjir terjadi tadi pagi. Saat pulang kerja dia merasa khawatir saat melintas lokadi, karena arus air di jalan itu sangat kencang.

“Pagi tadi kedalaman air di salah satu titik yang paling dalam sekitar 70 cm, dan kabarnya hingga sekarang terus meningkat diatas 1 meter. Tadi pagi saja sudah banyak kendaraan masyarakat yang moggok, karena nekad melintasi jalan itu,” ungkapnya.

Menurutnya, karena lokasi jalan yang terputus itu berada di dekat beberapa sungai, salah satunya Sungai Kelumpang yang paling besar dengan arus sangat kencang saat ini, membuat banyak warga yang coba melintas menjadi ketakutan, “Kejadian seperti ini mungkin baru terjadi pada tahun ini, dan sebelumnya di tahun 2018 tidak sedalam itu. Efeknya pasti mengganggu aktifitas warga, karena tidak ada jalan alternatif lain,” keluhnya.

Dia menambahkan, kalau wilayah Kecamatan Nibung saja banjirnya sedalam itu, apalagi daerah lainya di Kabupaten Muratara. Karena selain jarang banjir, wilayah Kecamatan Nibung sendiri termasuk daerah yang wilayahnya tinggi. Artinya meskipun ada jalan alternatif lain menuju Desa Tebing Tinggi dan wilayah lainnya melalui Kecamatan Rawas Ilir, namun dia yakin pasti juga banjir.

Sementara Nopri yang memaksa melintasi jalan banjir itu dengan mengunakan sepeda motor Vixion mengungkapkan, kedalam air rata-rata di jalan itu setinggi spedometer motor yang dia tunggangi. Alasan dia memaksa melintasi banjir itu, karena tidak ada alternatif lain untuk pulang ke desannya.

Dia berharap semoga saja air cepat surut, karena sampai saat ini di lokasi banjir banyak yang merasa cemas melintasi. Selain takut mogok, arus air yang ada disana juga sangat kencang, ditambah lokasi jalan yang memang dekat Sungai Kelumpang sehingga dikhawatirkan pengendara jelas takut ada binatang buas. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here