Home Parlemen & Politik Potensi PDIP dan PAN Koalisi di Pilkada OI

Potensi PDIP dan PAN Koalisi di Pilkada OI

0
DR Febrian. FOTO: Net

PALEMBANG, PE – Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada September mendatang kemungkinan besar akan terjadi head to head, antara Bupati OI saat ini Ilyas Panji Alam dengan trah Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya.

Mawardi yang pernah memimpin OI selama 10 tahun sudah menyiapkan dua putranya untuk maju di Pilkada OI, yaitu Ahmad Wazir Noviadi atau Panca Wijaya Akbar, yang wakilnya nanti seorang ASN di lingkungan Pemprov Sumsel, Ardani.

Sementara Ilyas Panji, yang 2,6 tahun menjabat orang nomor satu di daerah pecahan Kabupaten OKI tersebut, hingga sekarang belum memastikan siapa sosok bakal calok Wakil Bupatinya nanti.

Meski begitu, Ilyas Panji dikabarkan cenderung “lebih nyaman” jika menggandeng Muhammad Alky bin Iskandar yang tak lain merupakan putra Bupati OKI sekaligus Ketua DPW PAN Sumsel, H Iskandar, dibanding sejumlah nama lainnya semisal Endang Putra Utama Ishak (Ketua DPD Golkar OI) ataupun kader PPP Muslih Qori.

Pengamat politik Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr Febrian, menilai pertarungan di Pilkada OI tidak terlepas dari pengaruh penguasa daerah (kepala daerah) dari Kabupaten OKI maupin OI. Sehingga tidak aneh lagi, jika Iskandar akan ikut “berspekulasi” di Pilkada Kabupaten OI, yang pernah ia pimpin bersama Mawardi sebelumnya.

“Kalau peta sejarah, dua keluarga (Mawardi dan Iskandar) dulunya punya persaingan ketat. Mengingat Mawardi menjabat Bupati, sedangkan Iskandar Wakil Bupatinya (2005-2010). Jadi pertarungan antara trah OKI dan OI akan ada dan tumbuh dibeberapa tempat, termasuk saat Pilkada OKI ada trah Mawardi yang ikut maju,” ujar Febrian.

Menurut Febrian, Alki yang merupakan keponakan dari mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini dinilai sosok yang bisa menutupi kekurangan dari Ilyas Panji selama ini. Dimana jika melihat hasil survei beberapa lembaga survei yang ada, elektabikitas maupun kepuasan masyarakat OI masih dibilang belum aman.

“Yang menarik, penguasa dilapangan saat ini siapa, kan Ilyas di OI dan Iskandar di OKI. Dimana mereka bisa memetakan pemilih yang ada. Kalau pertarungan belum clear di real data atau hanya survei, masih sulit ditebak siapa yang akan unggul,” bebernya

Diterangkan Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, dengan Iskandar yang pernah bersama Mawardi memimpin OI, jelas akan memiliki pengaruh nantinya bagi masyarakat untuk memilih. Dimana di sisi dua keluarga itu, pastinya ada pemilih ektremnya masing- masing.

“Tapi saat ini, masih harus dipetakan dan kalau memperkirakan kekuatan dibelah pihak, yang artinya masih ketemu lagi dari kelompok itu juga yang bertarung di Pilkada,” tandasnya.

Sementara, Pengurus DPW PAN Sumsel sendiri mengatakan, PAN akan memperioritaskan kadernya untuk maju di Pilkada serentak OI 2020.

“PAN maksimalkan, dorong kadernya untuk maju Pilkada Ogan Ilir, salah satunya Muhammad Alki. Namun keputusan akhir tetap ada di DPP,” ungkap anggota MPP DPW PAN Sumsel, Joncik Muhammad.

Ditambahkan Joncik, meski ada wacana tersebut, namun diakuinya dalam dunia politik semua bisa saja terjadi ataupun tidak, mengingat semua keputusan ada di DPP.

“Politik itu dinamis, perubahan detik-perdetik, bisa koalisi PDIP dan partai lain, yang pasti PAN memprioritaskan kader internal,” tutur Bupati Empat Lawang ini.

Terpisah DPD PDIP Sumsel menerangkan, dalam Pilkada OI, partainya terbuka untuk melakukan koalisi dengan parpol yang ada, termasuk dengan PAN untuk mengusung Ilyas Panji Alam.

“Soal koalisi ke PAN di OI, bisa saja karena Ilyas incumbent dan menjabat di istruktur partai (Sekretaris DPD PDIP Sumsel), tinggal wakilnya untuk pelengkap. Maka dari itu kita tidak bisa subjektif, sehingga perlu survei untuk refrerensinya kedepan, siapa wakil yang dipasangkan yang memiliki potensi menang,” terang Bendahara DPD PDIP Sumsel, Yudha Rinaldi.

Dilanjutkan Yudha, pihaknya belum bisa menyatakan Ilyas akan berpasangan dengan siapa, sebab masih menunggu survei tahap kedua. Tapi jika ada wakilnya, pasti partai sudah memiliki pertimbangan- pertimbangan, dan yang pasti hasil survei akan jadi pertimbangan.

“Kita berusaha berkoalisi dengan parpol yang ada, tapi apakah dia (parpol) menyodorkan kadernya atau tidak untuk bisa didampingi. Sebab selain Golkar, PAN, ada juga PPP yang menyodorkan kadernya, tapi hitung- hitunganya surven dengan simulasi untuk wakilnya siapa yang pas dan berpeluang besar menang,” pungkas Yudha. JAN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here