Home Headline News Sepekan Usai Temukan Dayung di Dasar Sungai Ogan, Pemuda Ini Jumpai Benda...

Sepekan Usai Temukan Dayung di Dasar Sungai Ogan, Pemuda Ini Jumpai Benda Yang Lebih Mengejutkan

0
Chandra Amprayadi Kepala UPTD Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa memegang sebilah kayu yang dijadikan dayung, bersama Kadisdikbud Sumsel Aufa Syahrizal bergotong-royong mengevakuasi perahu tsb.

PALEMBANG, PE – Baru-baru ini tepatnya awal Januari 2020, Andi mendapatkan kejutan luar biasa. Bersama beberapa temannya sesama penambang pasir di perairan sungai, pria usia 35 tahun itu secara tak sengaja menjumpai sebuah dayung unik berbahan kayu yang ujungnya runcing. Lalu dayung tersebut diangkat ke permukaan dan dibawa ke daratan.

Penemuan dayung dari dasar sungai Ogan di wilayah Pemulutan Ogan Ilir (OI) itu tak pelak menambah koleksi warga Kelurahan 9/10 Ulu, Kecamatan Jakabaring ini. Di mana sebelum-sebelumnya dia sempat beberapa kali mendapati beraneka barang antik dari dasar sungai.

Andi, sebelah kiri salah seorang penemu Kano bersama rekannya, Abu Bakkar.

Tanpa punya firasat sedikit pun. Selang sepekan, masih di sekitar lokasi penemuan dayung, di tengah aktifitas penambangan pasir, pemuda berambut panjang ini  kembali dikejutkan saat mengarahkan vacuum penyedot pasir di kedalaman sekitar 20 meter dari permukaan sungai. Tanpa sengaja tangannya tersenggol seonggok kayu.

Penasaran. Andi pun menyelami dasar sungai untuk menyelidiki benda keras apa yang telah mencuri perhatian dirinya dan rekan-rekannya. Singkatnya, setelah dikorek-korek pasir dan lumpur dengan alat seadanya, Andi mendapati sebatang kayu yang ternyata perahu jenis kano. Diyakini perahu kayu itu terkubur ratusan tahun di dasar Sungai Ogan, Pemulutan.

Perahu antik tersebut sekarang berada di Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balaputra Dewa untuk dilakukan observasi oleh Balai Arkeologi Sumsel, Senin (10/2). Perahu dengan panjang sekitar tujuh meter ini memiliki lengkungan di bagian tengah dari sebatang pohon kayu yang besar. Untuk mengangkat perahu ini setidaknya membutuhkan 10 orang dewasa.

Meski sempat terendam di dasar sungai dalam kurun waktu yang lama, badan perahu tetap terlihat masih bagus. Selain perahu, penemu benda sejarah ini juga pada awalnya menemukan dayung dengan ujung runcing. Permukaan dayung masih sangat halus dengan bagian tengah terlihat lebih lebar.

“Awalnya saya menemukan dayung, berselang sekitar satu atau dua pekan baru perahu ini,” aku Andi di sela proses pemindahan badan perahu di Museum Negeri Provinsi Sumsel Balaputra Dewa, Senin (10/2).

Dia merinci, posisi badan perahu di kedalaman 26 meter dengan rincian 20 meter dari permukaan air dan enam meter lainnya terendam di dasar sungai. “Saat itu memang sedang lagi proses penyedotan pasir di dasar sungai. Saat ditemukan hanya muncul kepala perahu saja. Kemudian saya angkat sendiri menggunakan seutas tali karena bebannya lebih ringan jika di dalam air,” tandasnya. RIS

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here