Home Palembang Penumpang Wajib Masuk Bilik Sterilisasi di SMB II

Penumpang Wajib Masuk Bilik Sterilisasi di SMB II

0
Kepala Disbudpar Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal saat berdiskusi dengan dan Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II, Fahrurozi (samping tiang). Foto Alhadi/Palpres.

PALEMBANG.PE- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal meninjau Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Kamis (26/3). Hal itu dilakukan selain melihat kesiapan dan langkah-langkah yang telah diambil pihak Bandara dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19), sekaligus juga memantau arus wisatawan yang masuk dan keluar Sumsel.

“Kita berikan apresiasi kepada Pak Fahrurozi, Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II dan jajaran, yang berinisiatif membuat bilik sterilisasi di gerbang kedatangan. Di mana setiap penumpang diwajibkan masuk bilik tersebut saat menginjakkan kakinya di Bandara SMB II,” kata Aufa kepada awak media, Kamis (26/3).

Ini dimaksudkan, ia melanjutkan, untuk memberi rasa aman kepada penumpang. Mereka dianggap steril setelah keluar dari bilik tersebut, dan tidak menularkan penyakit kepada masyarakat.

“Setelah saya pantau langsung, pencegahan penyebaran Covid-19 sudah dilakukan dengan baik oleh pihak Bandara SMB II,” ujarnya.

Dikatakan dia, wabah Corona telah menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan ke Sumsel hingga 50 persen. Utamanya wisatawan mancanegara, yang negara asalnya telah menerapkan kebijakan lockdown, seperti Singapura dan Malaysia.

“Tidak ada penerbangan dari dan ke dua negara tersebut. Informasinya, sejak 15 Maret kemarin, penurunan kunjungan wisatawan sebesar 50 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, wisatawan domestik juga mengalami penurunan, dengan besaran 40 persen. Namun menurutnya, paling penting saat ini menyelamatkan masyarakat dari Wabah Corona.

“Sejumlah even pariwisata dibatalkan lantaran wabah Corona. Ini berdampak bagi hotel dan restoran serta homestay,” ucapnya.

Dikatakan dia, tingkat okupansi hotel turun hingga 50 persen. Namun, Sumsel masih cukup baik dari Yogyakarta dan Bali.

Soal langkah yang diambil Disbudpar Sumsel menghadapi Corona, ia mengatakan, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah destinasi wisata yang jadi kewenangan Disbudpar Sumsel.

“Kami sudah melakukan sterilisasi tempat-tempat wisata di Kota Palembang. Kami juga mengimbau kabupaten dan kota untuk melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Sejumlah obyek wisata, ia melanjutkan, ditutup sementara untuk umum. Sambil dilakukan penyemprotan disinfektan.

Ia mengatakan, aktivitas penerbangan masih berlangsung. Namun frekuensi terbang yang dikurangi. “Harusnya terbang jam tujuh menjadi jam sembilan. Ini salah satu langkah untuk mengatasi maraknya penyebaran Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II, Fahrurozi, mengatakan, bilik sterilisasi ini bernama Walk Through Disinfektan, yakni lorong mendisinfektan seluruh penumpang yang datang ke Bandara SMB II.

“Alat ini dipasang sejak 24 Maret lalu. Sebelumnya memang belum dipasang. Tapi kami sudah banyak melakukan social distance. Lalu menyemprot disinfektan ke seluruh area Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Insya Allah, besok kita akan semprot lagi yang ketiga kali. Jadi waktu yang lalu kerja sama dengan Polda, lalu yang kedua kami sendiri. Nanti kami sendiri lagi untuk melakukan penyemprotan ini,” tuturnya.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 ke Sumatera Selatan. Alat ini sementara ada di Gerbang Kedatangan.

“Kami sudah membuat lagi. Insya Allah sore ini. Kita akan pasang di Keberangkatan. Kita sudah berusaha dan berdoa kepada Allah SWT, semoga Covid-19 tidak mewabah di Sumsel,” ujarnya.

Diakuinya memang ada penurunan penumpang. Itu terjadi sejak 15 Maret silam. Penurunan berkisar 40-50 persen. “Sebelumnya penumpang kita 9-10 ribu. Tapi sekarang empat sampai lima ribu orang perhari. Maskapai ada yang menggabungkan waktu penerbangan. Contohnya berangkat jam tujuh dimundurkan jadi jam Sembilan. Tapi secara keseluruhan, Bandara SMB II beroperasi normal,” ucapnya.

Frekuensi penerbangan, ia melanjutkan, ada penurunan. Saat ini di angka 48 perhari dari biasanya 90 hingga seratus penerbangan. “Ini adalah kesadaran masyarakat untuk mengurangi bepergian,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here