Home Palembang Akibat Virus Corona, Banyak Even Pariwisata Ditunda

Akibat Virus Corona, Banyak Even Pariwisata Ditunda

0
Aufa Syahrizal Sarkomi

PALEMBANG, PE – Sejauh ini Provinsi Sumatera Selatan masih nihil kasus Virus Corona. Namun begitu, dampaknya sangat besar bagi dunia pariwisata Sumsel. Selain menurunkan tingkat okupansi hotel, banyak even yang harus dibatalkan akibat virus mematikan ini.

Hal tersebut terkuak dalam rapat koordinasi penyusunan strategi pariwisata Sumatera Selatan dalam menghadapi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Sapta Pesona Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (19/3).

Rapat dipimpin oleh Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal. Adapun peserta rapat di antaranya, Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani, Kepala Museum Negeri Sumatera Selatan Balaputra Dewa Chandra Amprayadi, perwakilan Bappeda Sumsel, Dinkes Sumsel. Lalu Pemred Palembang Ekspres M Iqbal, perwakilan dari PT Angkasa Pura, Ketua PHRI Sumsel Herlan Aspiudin, Ketua ASITA Sumsel Anton Wahyudi, perwakilan dari PT Jakabaring Sport City, dan lainnya.

Dalam rapat tersebut diketahui bahwa beberapa destinasi wisata yang diselenggarakan Pemerintah Kota Palembang dihentikan sementara, seperti Pedestrian Sudirman, lalu panggung bawah Jembatan Ampera, dan Car Free Day di Kambang Iwak setiap hari Minggu.

“Bahkan beberapa even yang memang sudah terjadwal, kita tunda, seperti HUT Pedestrian Sudirman. Sementara kegiatan yang diadakan pihak ketiga, kita serahkan ke mereka apakah tetap lanjut atau ditunda, seperti Musi Coffee Culture,” kata Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani.

Sedangkan untuk kegiatan Ziarah Kubro yang akan digelar pada Mei mendatang, pemerintah menyerahkan kepada panitia apakah akan berlanjut atau ditunda. “Kalau memang lanjut, kita akan siapkan tim medis serta peralatan pencegahan virus,” ujarnya.

Sementara pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel menyatakan, tingkat kunjungan hotel di Sumsel menurun 40 sampai hingga 50 persen akibat Virus Corona. Ini masih lebih baik dibandingkan Provinsi Bali, yang turun hingga 18 persen. “Kita masih lumayan bagus. Sama seperti Yogyakarta,” ucapnya.

Industri agen perjalanan paling terpukul akibat dampak Covid-19. Hal ini lantaran masyarakat membatasi pergerakannya ke tempat-tempat lain, utamanya ke daerah yang terjangkit Virus Corona. “Harga tiket naik, kami masih bisa bertahan. Tapi dengan adanya Corona, kawan-kawan hampir menyerah semua. Bahkan sudah ada yang akan merumahkan karyawan,” kata Ketua ASITA Sumsel Anton Wahyudi.

Dikatakan dia, hampir tidak ada reservasi lagi, baik untuk pemesanan paket wisata, inbound/outbound, tiket, perjalanan umrah, dan lainnya. “Apalagi sekarang beberapa tempat pariwisata sudah tutup. Kemarin Gunung Bromo ditutup. Tempat-tempat pariwisata ditutup. Berkumpul sudah dilarang. Ini sangat berdampak bagi teman-teman travel agent,” tuturnya.

Kepala Disbudpar Sumsel Aufa Syahrizal seusai rapat mengatakan, kegiatan selama April, Mei, dan Juni mendatang terpaksa dibatalkan akibat pandemi Virus Corona.

“Ini bukan kehendak kita. Ini force majeure. Lebih baik menunda untuk menyelamatkan masyarakat daripada memaksakan. Tapi ujungnya berdampak terjangkitnya virus ini kepada peserta kegiatan,” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan ini merupakan rapat koordinasi antara Disbudpar Sumsel dengan unsur-unsur pentahelix.

“Jadi yang hadir ini ada unsur akademisi, pelaku bisnis pariwisata, pemerintahan, komunitas, dan media. Rapat bertujuan untuk menyikapi masalah wabah Virus Corona. Terutama yang melibatkan hotel dan destinasi wisata, kita melakukan beberapa langkah antisipasi,” ucap Aufa Syahrizal didampingi Vita Sandra, Plh Kabid Destinasi Disbudpar Sumsel.

Menurutnya, Sumsel saat ini berstatus waspada. Sejauh ini belum ada kasus Corona. Namun begitu semua pihak tetap harus waspada. Beberapa langkah antisipasi yang diambil pemerintah daerah, seperti menyediakan cairan hand sanitizer di setiap tempat dan pengukuran suhu tubuh.

“Lalu pemerintah melalui Dinas Kesehatan menyemprotkan disinfektan di lokasi fasilitas umum dan sosial. Kita berupaya meminimalisasi dampaknya, agar tidak terjadi penurunan drastis jumlah kunjungan wisatawan ke Sumsel,” ucapnya.

Masukan yang didapat dari rapat ini, ia mengatakan, akan disampaikan ke Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru. Dengan begitu paling tidak, Gubernur bisa mengambil kebijakan untuk meringankan beban pelaku bisnis pariwisata.

“Kalaupun terjadi penurunan okupansi hotel, para pengusaha ini tidak perlu membayar pajak seperti sebelum terjadi kasus Corona. Jadi tidak terlalu membebani mereka,” pungkasnya. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here