Home Kriminal Kapolres: Jangan Salahkan Saya Kita Ketemu di Kamar Jenazah RSUD Sekayu

Kapolres: Jangan Salahkan Saya Kita Ketemu di Kamar Jenazah RSUD Sekayu

0
Kapolres didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim dan Paur Subbag Humas, memberikan keterangan pers kepada awak media didepan Kamar Jenazah RSUD Sekayu.

SEKAYU, PE- Peringatan tegas dilontarkan Kapolres Musi Banyuasin (Muba) AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk bagi dua tersangka yang telah kabur dari tahanan Polsek Sekayu beberapa hari lalu, untuk segera menyerahkan diri.

“Bagi keduanya yakni Dodi Irawan (28) warga Dusun II Desa Tanjung Bali Kecamatan Batang Harileko, dan Untung Surapati (38), Jalan Merdeka Lorong Aman Rt 05 Rw 02 Lingkungan II Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu, untuk menyerahkan diri. Bila tidak, jangan salahkan saya bila kita ketemu dikamar jenazah RSUD Sekayu, ” tegas Pinem kepada awak media usai press reales pembunuhan Kadus di Kecamatan Bayung Lencir, Minggu (8/3)

Dia menyampaikan, sebanyak enam tahanan Polsek Sekayu kabur, empat tahanan diantaranya sudah menyerahkan diri selama empat hari yakni Een Saputra alias Albas (20) warga Dusun 1 Desa Simpang Sari, Kecamatan Lawang Wetan, M Elvan Agustomi (22) warga Perumahan Becak, Kelurahan Balai Agung, Sekayu, Antoni (26) dan Rudi Hartono.

“Tinggal dua tersangka dimana, Untung merupakan otak dari kaburnya tahanan ini hingga saat ini belum tertangkap maupun menyerahkan diri, ” jelasnya.

Diketahui, enam tahanan yang mendekam di Rumah Tahanan Polsek Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan kabur pada Sabtu (29/2) Subuh sekitar pukul 04.30 WIB, setelah berusaha membongkar terali menggunakan kain basah.

Para tahanan yang masing-masing bernama Dodi Irawan (28) warga Dusun II, Desa Tanjung Bali, Kecamatan Batang Hari Leko, Muba dan Een Saputra alias Albas (20) warga Dusun 1 Desa Simpang Sari, Kecamatan Lawang Wetan, Muba, keduanya merupakan tahanan kasus pencurian di RM Mbak Sum, Jl Kol H Arifin Jalil, Kelurahan Serasan Jaya, yang terjadi awal Januari lalu. Kemudian Rudi Hartono (32) warga Jalan Inpres, Kelurahan Serasan Jaya, Sekayu yang tersangkut kasus pencurian di Mess PT MBP.

Selanjutnya, Untung Surapati (38) dan Antono (26) keduanya warga Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, mereka ditahan atas kasus pencurian kabel PT PLN di samping Jembatan Musi, Sekayu,  yang terjadi 8 februari lalu. Terakhir, M Elvan Agustomi (22) warga Perumahan Becak, Kelurahan Balai Agung, Sekayu, ia terjerat kasus pencurian di warung manisan milik susilawati di terminal pasar perjuangan, Kelurahan Balai Agung yang terjadi medio oktober tahun lalu.

Dari informasi didapatkan, Sabtu (29/2) sekitar pukul 02.00 WIB saat Briptu A, petugas piket jaga Polsek Sekayu melakukan pengecekan tahanan. Dimana saat itu jumlah tahanan 9 orang, dengan posisi 3 orang di ruang tahanan 1 dan 6 orang di ruang tahanan 2. Selang 2,5 jam kemudian, Briptu A kembali mengecek tahanan dan didapati pintu tahanan bagian luar dalam keadaan bengkok pada bagian bawahnya, sedangkan gembok masih dalam keadaan terkunci.

Setelah diperiksa ke dalam tahanan, ternyata pada ruang tahanan 2 yang ditempati 6 orang tahanan sudah tidak ada lagi orangnya (melarikan diri). Setelah diperiksa, didapati 1 besi terali dalam keadaan terbuka atau bengkok yang dililit dengan kain basah. MUH

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here