Home Kriminal asusila Pria ‘Pemetik Bunga’ Digelandang Aparat Kepolisian

Pria ‘Pemetik Bunga’ Digelandang Aparat Kepolisian

0
Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hidayat, SH bersama Kepala DPMD-P3A Muratara H Gusti Rohmani melalui Kabid Perlindungan Anak, Lenni Marlina, saat press release kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan tersangka M Jami (kaos merah).

MURATARA,PE- M. Jemi (40) warga Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), pelaku pemerkosaan Bunga (14), anak dibawah umur yang masih merupakan tetangga sendiri, digelandang aparat Polres Muratara, Kamis (19/3/2020).

Peristiwa pemerkosaan terhadap korban yang diduga mengidap keterbelakangan mental itu, terjadi Jumat 6 Maret 2020 sekitar pukul 09.00 WIB, saat korban hendak mandi ke sumur tepatnya dibawah rumah korban.

Diungkapkan Kapolres Muratara, AKBP Adi Witanto S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Rahmat Hidayat, SH pengangkapan pelaku bermula dari adanya laporan kerabat korban, Indah Sari (22), dengan laporan Nomor : LP / B – 10 / III / 2020 / Sumsel / Res Muratara / Sek. KRDP pada 17 Maret 2020 lalu.

Dalam laporan itu, diketahui peristiwa perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban terjadi pada Jumat, 6 Maret 2020 sekira pukul 09.00 WIB, di Desa Kertasari. Saat itu korban yang hendak mandi di sumur tepatnya di bawah rumah, mendadak dia dipanggil pelaku.

Selanjutnya korban diajak pelaku menuju ke belakang rumahnya yang merupakan rimbunan semak-semak atau kebun, lalu pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Diduga karena korban mengalami keterbelakangan mental, dia tak sadar jika bahaya mengancamnya dan terjadilah perbuataan cabul tersebut.

Menurut Kasat Reskrim, pada saat pelaku melakukan perbuatan bejat tergadap korbannya, di lokasi tersebut ada saksi yang memergoki dan menegur pelaku sehingga pelaku dan korban bergegas memakai pakaian. Pelaku yang merasa malu, segera pergi dari tempat kejadian sambil memasang pakaiannya.

Selanjutnya saksi yang merupakan tetangga korban langsung mengajak ke rumah orang tuanya, dan akhirnya kasus itu dilaporkan ke pihak berwajib untuk dilakukan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Setelah menerima laporan itu, jajaran kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kemudian Rabu, 18 Maret 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, anggota kita bergerak melakukan penangkapan terhadap pelaku di Desa Kertasari. Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku sedang berada di rumah Kades Kertasari. Lalu oleh anggota, pelaku langsung dibawa ke Polres Muratara untuk diproses lebih lanjut, dengan barang bukti yang diamankan satu helai baju dan satu helai celana,” tutupnya.

Diungkapkan Kepala DPMD-P3A Muratara H Gusti Rohmani melalui Kabid Perlindungan Anak, Lenni Marlina, SKM usai press release di Polres Muratara, korban itu merupakan anak dibawah umur dan sejauh ini diduga mengalami keterbelakangan mental. Untuk itu, kedepannya akan diberikan terapi psikolog untuk memulihkan traumanya.

“Data korban telah kita dapatkan, selanjutnya akan kita lakukan terapi psikologi untuk mengurangi traumanya. Karena kami melihat korban itu mengalami trauma atas kejadian itu. Untuk masyarakat khususnya orang tua, kita imbau kiranya dapat menjaga anak-anak gadisnya. Kalau mau bepergian, setidaknya bisa menitipkan anak-anak kita kepada sanak keluarga terdekat,” pintanya. SON

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here