Home Sumsel Banyuasin Benih Jagung Bantuan Pemerintah Diduga Diperjualbelikan, Ini Upaya Kepala Dinas Pertanian Banyuasin

Benih Jagung Bantuan Pemerintah Diduga Diperjualbelikan, Ini Upaya Kepala Dinas Pertanian Banyuasin

0

BANYUASIN, PE – Kepala Dinas Pertanian Banyuasin Zainudin mengaku geram dengan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang diduga telah memperjualbelikan benih jagung hybrida bantuan dari pemerintah.

Sebab itu, dirinya turun langsung menyisir ke warung-warung yang ada di wilayah Banyuasin untuk memastikan kebenaran informasi atas keluhan masyarakat tersebut.

“Kami dan Korlap/PPL Kecamatan dan Desa sudah mengecek ke semua warung penjual saprodi di wilayah Tanjung Lago,” ujar Zainudin kepada wartawan.

Hasil sidak yang dilakukan saat itu, Kamis (26/3) pihaknya tidak menemukan benih bantuan pemerintah yang beredar di warung. “Sebatas informasi yang kami terima memang ada. Kami minta laporan masyarakat akurat di mana lokasi yang beredar agar bisa dikroschek ke lapangan,” bebernya.

Zainudin menegaskan dalam dua tahun terakhir ini, Pemkab Banyuasin tidak ada program bantuan bibit jagung ke petani. Apabila memang ditemukan, maka akan ditelusuri pemasok benih jagung hingga merugikan petani.

“Banyuasin dalam 2019 sampai sekarang belum ada bantuan benih jagung yang diturunkan,” ungkapnya.

Yang dikhawatirkan dirinya kedepan, jika program dari Pemkab Banyuasin juga disalahgunakan oknum yang memperjualbelikan bantuan benih jagung.

“Mulai dari sekarang kita atasi, ke depan tidak ada lagi oknum yang memperjualbelikan benih jagung bantuan pemerintah tersebut,” singgungnya.

Sementara itu,  Ketua RJB Indonesia Banyuasin Iswandi mendukung upaya Dinas Pertanian Banyuasin yang bertindak cepat terkait melakukan sidak atas beredarnya bantuan benih jagung bantuan dari pemerintah yang diperjualbelikan.

“Setahu saya kasus seperti ini sudah sejak lama. Kita minta Dinas Pertanian harus peka dengan masalah petani hingga harus membeli bibit jagung dengan harga Rp.200 ribu per5kg,” kata dia. BUD

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here