Home Headline News Terdakwa 16 kg Sabu Divonis Mati

Terdakwa 16 kg Sabu Divonis Mati

0
Sidang secara online terhadap terdakwa kepemilikan Sabu 16 kg, yang dijatuhi vonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Lahat.

LAHAT, PE – Pengadilan Negeri Lahat memvonis hukuman mati Adnan (33), warga Desa Pante Pirak, Aceh Utara, atas kepemilikan Sabu 16 kg dan 12 butir ekstasi. Vonis ini lebih berat dari tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni pidana penjara seumur hidup.

“Memutuskan hukuman mati terhadap terdakwa,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Yoga Dwi Nugroho SH MH, didampingi anggota Verdian Martin SH, Saiful Brow SH, dalam sidang online di Pengadilan Negeri Lahat, Rabu (1/4).

Sidang yang digelar online itu, dihadiri oleh Imam Rustandi SH, Penasihat Hukum dari Posbakum LBH Serelo Lahat. Sementara Jaksa Penuntut M Ihsan SH, Deden Noviana SH, berada di Empat Lawang.

Terdakwa dinilai hakim terbukti membawa sabu seberat 15. 876,78 gram atau lebih kurang 16 Kg dan ekstasi 12 butir, di dalam tas. Terdakwa ditangkap polisi di Simpang Talang Gunung Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, pada 20 Agustus 2019 lalu.

Dalam sidang itu tak begitu jelas bagaimana tanggapan terdakwa. Untuk diketahui, bahwa terdakwa Adnan ditangkap Polres Empat Lawang saat razia rutin di Tebing Tinggi.

Saat itu melintas mobil Avanza warna hitam plat Aceh dan distop polisi. Saat ditanya STNK terdakwa gugup dan kelihatan pucat. Melihat gelagat aneh terdakwa, Satlantas berinisiatif membuka dan memeriksa mobilnya

Saat diperiksa terdakwa mengatakan bahwa tas hanya berisi pakaian, tetapi saat dipegang dan diperiksa bukan pakaian. Ternyata 2 tas tersebut didalamnya narkoba jenis sabu, yang dibungkus kantong bentuk Teh Cina.

Terdakwa Adnan yang juga mantan kades ini, saat sidang sebelumnya, mengatakan barang tersebut bukan miliknya. Milik temannya Ndo (DPO). Ia menjelaskan kenal dengan Ndo (DPO) dari Aceh, di salah satu warung, dan dia diajak ke Palembang.

“Saat diajak saya dijemput dengan tujuan ke Palembang. Kemudian di SPBU Muratara, Ndo (DPO) turun dan mengimingi uang sepuluh juta untuk melanjutkan perjalanannya sampai di Palembang,’’ ungkapnya. BRN

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here