Home Headline News Bertambah 13, Positif Corona di Sumsel Jadi 119 Orang

Bertambah 13, Positif Corona di Sumsel Jadi 119 Orang

0

PALEMBANG, PE – Masyarakat Sumatera Selatan yang positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) terus bertambah. Pada Sabtu (25/4) terdapat penambahan kasus baru sebanyak 13 orang, sehingga total menjadi 119 orang.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri, SKM mengatakan, Sabtu (25/4) sampel yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang sebanyak 535 sampel. Sebagian besar sampel orang tanpa gejala sebanyak 316 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 169 orang, dan orang dalam pemantauan (ODP) 50 orang.

“Jumlah sampel positif sampai hari ini di Sumsel total 119 orang. Sampel negatif 139 orang, sampel masih dalam proses pemeriksaan 277 orang,” ucapnya dalam keterangan pers, Sabtu (25/4).

Kasus konfirmasi baru, ia mengatakan, dimulai dari kasus 107 sampai kasus 119. Mereka terdiri dari tiga orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Asal alamat domisili, Banyuasin 1 orang, Muratara 1 orang, OKU satu orang, dan 10 orang warga Palembang. Semua kasus transmisi lokal.

Berikut rinciannya. Kasus 107, 39 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 108, 40 tahun, perempuan, Palembang, local. Lalu Kasus 109, 23 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 110, 31 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 111, 25 tahun, perempuan, Banyuasin, lokal. Kasus 112, 32 tahun, laki-laki, Muratara, lokal. Kasus 113, 9 tahun, perempuan, Palembang, lokal.

Selanjutnya, kasus 114, 28 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 115, 25 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 116, 46 tahun, perempuan, Palembang, lokal. Kasus 117, 30 tahun, laki-laki, Palembang. Kasus 118, perempuan, 24 tahun, Palembang, lokal. Dan kasus 119, 24 tahun, laki-laki, OKU, lokal.

“Kasus sembuh sampai hari ini sebanyak 10 orang. Hari ini ada tambahan lima orang kasus sembuh. Rinciannya, Palembang 4 orang, OKU 1 orang. Sedangkan total kasus meninggal masih tiga orang,” tuturnya.

Adapun jumlah ODP sampai hari ini sebanyak 3368 orang. Jumlah yang selesai dipantau dan dalam kondisi sehat 2126 orang. Masih dalam pemantauan 1242 orang.

Jumlah PDP hingga Sabtu (25/4), sebanyak 154 orang. Selesai pengawasan 91 orang, proses pengawasan 63 orang, penambahan PDP hari ini sebanyak 7 orang.

Disinggung di manakah lokasi pemeriksaan Covid-19, menurutnya hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Warga apabila ada keluhan disarankan datang ke rumah sakit. Nanti tenaga kesehatan akan melakukan rapid test kalau ada alatnya. Apabila tidak ada, maka akan dilakukan pemeriksaan swab atau pemeriksaan apus tenggorakan dan hidung. Sampelnya kemudian dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, untuk menentukan apakah orang tersebut positif Corona atau negatif.

Terkait rapid test massal, menurutnya, tidak bisa dilakukan saat ini. Sebab biayanya lumayan mahal. Untuk pemeriksaan satu orang saja bisa mencapai Rp500 ribu.

“Lebih baik kalau masyarakat ada keluhan datang saja ke rumah sakit. Kalau tidak ada keluhan, belum perlu rapid test. OTG yang kita temukan, semua orang yang kontak erat dengan kasus positif sebelumnya. Dan itu sudah kita amankan,” tukasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila hasil rapid test positif, belum tentu orang tersebut terinfeksi Corona. Bisa saja infeksi virus atau bakteri lain. Hanya pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di laboratorium, yang akan menentukan positif atau negatifnya seseorang terinfeksi Corona.

“RDT atau rapid diagnostic test untuk memeriksa respon antibodi tubuh terhadap infeksi. Ada yang namanya Immunoglobulin M (IGM) dan Immunoglobulin G (IGG). Pada saat proses infeksi, IGM namanya. Saat penyembuhan IGG. Bisa saja orang tersebut positif versi RDT, tapi saat pemeriksaan PCR negatif. Berarti orang tersebut tidak ditemukan virus. Tapi bisa saja terinfeksi penyakit lain, bukan Covid-19,” terangnya.

Ia menegaskan bahwa standar pemeriksaan Covid-19 bukan RDT, melainkan PCR. RDT yang positif akan berlanjut ke pemeriksaan PCR.

Ia juga membantah anggapan bahwa tidak ada lagi ruang di rumah sakit untuk pasien dalam pengawasan. “Hari ini ada yang pulang empat orang. Jadi ada kosong bed,” tukasnya.

Menurutnya, 70 persen kasus positif Corona di Sumsel merupakan orang tanpa gejala (OTG). Mereka mempunyai riwayat kontak erat dengan kasus positif. Masalahnya, ada dari mereka yang belum terdeteksi tenaga kesehatan, sehingga luput dari pemeriksaan. OTG inilah yang berpotensi menularkan virus kepada masyarakat.

“Kita tidak bisa melihat orang ini sakit karena tidak ada gejala. Secara fisik ia terlihat sehat. Mengobrol dengan kita. Mungkin ada gejala ringan berupa batuk dan bersin sedikit. Dan kita anggap itu hal yang biasa. Kita tidak menggunakan masker. Apabila orang yang bersin dan batuk tadi termasuk orang yang mengandung virus dan tidak dilakukan karantina, mereka akan terus menyebarkan virus selama kurang lebih 2 hingga tiga minggu, selama virus itu berada di tubuhnya,” tuturnya.

Oleh karena itu ia mengimbau masyarakat, apabila harus keluar rumah gunakanlah masker. Keluar rumah hanya untuk urusan penting. Kalau tidak penting, jangan tinggalkan rumah. Apalagi sampai mengobrol di luar menghabiskan waktu.

“Celakanya saat mengobrol itu tidak pakai masker. Jika di antara teman kita itu termasuk OTG, virus sudah menyebar ke kita. Tinggal menunggu waktu saja untuk sakit. Kalaupun tidak sakit, kita bisa menyebarkan virus ke lingkungan kita. Dan kita tidak akan pernah bisa menghentikan penyebaran virus ini di masyarakat,” tukasnya.

Kemudian, seringlah mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun. Ini untuk membebaskan tangan dari kemungkinan virus yang menempel sehabis menyentuh meja, kursi, dan benda-benda lain yang digunakan secara umum.

“Apabila kita tidak mencuci tangan sehabis menyentuh benda apapun di luar, lalu menyentuh hidung, mata, dan mulut dengan tangan, maka virus akan masuk ke saluran pernapasan. Sehingga kita akan jadi sakit,” ucapnya.

Berikutnya, perkuatlah imun tubuh untuk melawan Virus Corona. Karena virus ini tidak ada obatnya sampai saat ini. Meningkatkan imunitas tubuh dengan cara makan makanan bergizi, tidak perlu mahal.

“Perbanyak mengonsumsi sayur dan buah. Sebab sayur dan buah adalah sumber vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup dan olahraga yang teratur. Paling penting, tidak stress atau panik,” ucapnya lagi.

Tak kalah penting menjaga jarak (physical distancing) dengan orang lain. Harus lebih dari satu meter. Dan hindari kerumunan massa. CIT

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here