Home Olahraga Finansial SFC Babak Belur

Finansial SFC Babak Belur

0
Hendri Zainuddin. Foto: Net.

PALEMBANG, PE – Pendemi virus Corona (Covid-19) membuat sektor olahraga di Tanah Air mengalami kerugian besar. Khususnya kompetisi Liga Indonesia, yang mengalami penghentian sementara selama kasus corona yang telah menjangkit di seluruh dunia ini belum usai.

Akibatnya, sejumlah klub dan Asosiasi sepakbola seperti PSSI harus menanggung beban berat ditengah wabah ini. Klub-klub Liga 1 dan Liga 2 di saat kompetisi dihentikan, mau tidak mau semua klub harus membayar kewajibannya terhadap para pemain.

Hal itulah yang dirasakan oleh klub Sriwijaya FC. Saat ini finansial klub berjuluk Laskar Wong Kito ini sedang mengalami babak belur lantaran tidak adanya pemasukan, terutama dari ticketing maupun pihak sponsor. Hal tersebut diungkapkan oleh wakil Dirut Sriwijaya FC Hendri Zainudin.

“Untuk sekarang keuangan kita babak belur, terus terang sponsor sampai sekarang satupun belum ada yang masuk. Kemudian yang dijanjikan PSSI ada dua terutama yang Rp 250 juta sampai sekarang belum, sedangkan utang mereka juga belum dibayar. Jadi nyaris tiga bulan ini kita memakai dana manajemen, artinya kita masih bisa bahu membahu tambal menambal baik saya dan Pak Asfan. Tapi sampai kapan kita bertahan, kita juga tidak tahu,”ujar Hendri, Kamis (16/4/2020).

Meski begitu, manajemen tetap menjalankan tanggungjawabnya dengan berusahan semaksimal mungkin membayar DP maupun gaji pemain sebanyak 25 persen.

“Untuk gaji 25 persen kita masih bisa mengatasi karena tidak tega juga, tetapi persoalannya ada DP yang harus kita bayar. Bagaimanapun caranya kita akan bersama sama dengan Pak Asfan berjibaku mengatasi soal keuangan, tapi jika belum ada sponsor yang masuk kemungkinan kita akan bayar DP pemain setengah dulu,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketum KONI Sumsel ini.

Kendati begitu, ia berharap para skuad Sriwijaya FC dapat memaklumi keadaan manajemen sekarang, dan juga ia meminta agar pemain percaya bahwa manajemen akan berusaha memberikan hak hak pemain sesuai tupoksi yang berlaku.

“Pada pemain dan pelatih yakinlah pada manajemen, tidak ada sejarah SFC meninggalkan utang pada pemain. Yakinlah, kami akan berkomitmen karena itu adalah hak pemain,” tandasnya.JAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here