Home Pilihan Redaksi Keutamaan Ibadah Puasa

Keutamaan Ibadah Puasa

0

 

Oleh Ustaz Prio Handoko SSy

Pengajar Ma’had Zaadul Maad Talang Jambe, Palembang

DALAM sebuah hadis Qudsi, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirmaan, seluruh amalan Bani Adam seluruhnya tanpa terkecuali amalan ibadah, amalan saleh yang dilakukan oleh hamba Allah Ta’ala untuk dirinya, kembali kepada dia, manfaatnya kembali kepada dia. Kecuali berpuasa. Puasa adalah untuk Allah Ta’ala.

Padahal Allah tidak butuh dengan amalan kita, kita yang butuh pada Allah Ta’ala, maksudnya adalah orang yang berpuasa kata Al Imam Hambali dan Imam Bukhari orang yang berpuasa terlepas dirinya bersih dari ibadah puasa tersebut yaitu sifat riya’ atau tidak ikhlas kepada Allah.

Dia benar-benar ikhlas kepada Allah, maka Allah katakan setelahnya, dan aku langsung memberikan pahala-Nya kepada hamba tersebut karena ibadah puasa tidak mungkin di dalamnya terdapat unsur-unsur riya’.

Kata para ulama, Imam Ibnu Rojab Al Hambali dan Ibnu Al Qoyyim rahimahullah mengatakan tidak mungkin orang yang sedang berpuasa terdapat unsur-unsur riya’ kecuali kalau dikabarkan karena amalan puasa tidak terlihat.

Bagaimana kita bisa mengawasi menyatakan kalau dia ini betul-betul berpuasa mulai dari fajar sampai terbenam matahari yang tidak mungkin ditemukan, mengawasi secara seratus persen sehingga amalan puasa betul-betul tidak terlihat.

Sehingga kalau dia betul-betul menahan dirinya untuk memaksimalkan ibadah puasanya, menunjukkan bahwasanya betul-betul ibadah puasa untuk Allah ikhlas lillahi ta’ala, kepada Allah saja tanpa terkecuali, tanpa ada unsur-unsur yang menyimpang dari ibadah dia dari keikhlasan kepada Allah dan Allah langsung memberikan amalan tersebut.

Imam Ibnu Rojab Al Hambali mengatakan bahwasanya puasa ataupun amalan secara umum itu bisa jadi pahalanya menjadi 10 kali lipat atau 770 kali lipat atau lebih daripada itu. Ada jumlah amalan-amalan secara umum, tetapi inilah jumlah, kata beliau, sebagaimana hadis kecuali puasa. Kalau puasa, jumlah pahala yang Allah berikan kepada orang-orang yang berpuasa itu tidak ada batasannya, tidak ada jumlah berapa nominalnya, maksudnya adalah tanpa batas. Begitu besarnya pahala yang diraih oleh seorang yang ketika dia berpuasa.

Dan beliau mengatakan bahwasanya puasa itu sama dengan orang yang bersabar, puasa itu sama dengan orang yang berusaha menahan diri dari hawa nafsu, angkara murka yang menafikkan, meniadakan sifat sabar.

Sebagaimana Allah katakan, sesungguhnya Allah yang diberikan kepada orang yang bersabar tanpa ada batasannya, maka kata beliau puasa adalah sabar. Maksudnya adalah keutamaan orang yang berpuasa dia melatih dirinya untuk ikhlas, kedua bahwasanya dia berusaha untuk menjadi orang yang sabar, sabar dalam menjalankan ibadah yang kelihatannya berat untuk Allah yaitu puasa di Ramadan.

Maka inilah keutamaan yang begitu besar di Ramadan yang terkhusus ibadah puasa ini. Yang seharusnya kita berusaha untuk memaksimalkan dari ibadah kita pada saat ini yaitu berpuasa di Ramadan. Semoga Allah melipatgandakan pahala kita semua. (*)

Catatan: Tausiyah ini dapat anda saksikan dan simak secara lengkap di Youtube Channel Palpres Official.

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here