Home Pilihan Redaksi Lisan, Telinga dan Mata juga Berpuasa

Lisan, Telinga dan Mata juga Berpuasa

0

Oleh : Ustaz Eko Iswanto SH

Pengajar Ma’had Zaadul Maad Talang Jambe, Palembang

ALHAMDULILLAH kita semua lagi puasa tapi banyak dari kita yang puasanya hanya menahan rasa lapar dan dahaga saja seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, “Betapa banyak orang yang berpuasa tetapi yang dia dapatkan hanya lapar dan dahaga saja.”

Kita semuanya berpuasa tetapi kita masih tetap bermaksiat dengan mata, bermaksiat dengan lisan, dan kita juga bermaksiat dengan telinga kita. Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhu, Nabi Muhammad bersabda, “apabila engkau berpuasa maka hendaklah pendengaranmu juga berpuasa, matamu juga berpuasa, lisanmu juga berpuasa dari perkataan yang dusta dan dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah ta’ala.”

Marilah kita, ketika berpuasa di Ramadan ini dengan puasa yang sejati yaitu menahan lapar dan dahaga. Begitu juga kita berpuasa tidak mendengarkan perkataan-perkataan yang diharamkan Allah, tidak melihat pemandangan-pemandangan yang diharamkan Allah, dan juga tidak berucap dengan ucapan yang dusta.

Bagaimana kita berpuasa dengan mata kita? Allah berfirman dalam surat An Nur ayat 30, “Kepada laki-laki yang beriman agar mereka menundukkan, menjaga pandangan mereka.”

Kemudian di ayat berikutnya Allah berfirman, “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, agar mereka menundukkan, menjaga pandangan mereka dari yang diharamkan oleh Allah ta’ala.” Terlebih lagi di bulan yang mulia ini di bulan yang penuh berkah, Ramadan.

Kita harus menjaga pandangan kita dari hal-hal yang berbau maksiat seperti banyak dari kita yang masih melihat wajah-wajah perempuan yang tidak dihalalkan bagi kita. Kita lihat di Instagram kita buka di YouTube kita lihat di WA banyak foto profil yang hukumnya haram kita lihat. Apalagi di YouTube banyak channel-channel yang ketika kita melihat maka hukumnya haram bermaksiat kepada Allah. Oleh karena itu di bulan yang mulia ini, jangan kita nodai dengan hal-hal yang berbau maksiat melihat yang diharamkan Allah ta’ala.

Kemudian bagaimana kita puasa dengan lisan kita? Ketika puasa kita masih menggunjing, gosip, hibah, menyebarkan sesuatu yang hoax. Maka tahan semuanya itu, jangan kita kotori bulan yang suci ini dengan perkataan-perkataan yang kotor dan keji.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta bahkan ia lakukan maka Allah tidak butuh dengan puasanya, dia tahan rasa lapar dan rasa haus ketika puasa.”

Imam Syafi’i rahimahullah berkata di dalam syairnya. “Jagalah lisanmu wahai manusia, sesungguhnya lisanmu tersebut bisa menyengatmu, sesungguhnya dia seperti ular. Betapa banyak orang yang meninggal disebabkan lisannya sendiri padahal dahulu dia ditakuti oleh orang-orang yang kuat.”

Kemudian bagaimana kita berpuasa dengan telinga kita, maka kita jangan banyak mendengar gosip, ghibah dan jangan juga banyak dengar lagu-lagu musik musik. ketika kita berpuasa kita mendengar sesuatu yang jelek, maka kita sama saja seperti orang yang mengucapkannya.

Sebagaimana perkataan syair, “Dan jagalah pendengaran dari perkataan yang jelek seperti engkau menjaga lisan dari mengucapkan yang jelek. Sesungguhnya Ketika engkau mendengar perkataan yang jelek, sejatinya engkau sama seperti orang yang mengucapkan perkataan yang jelek tersebut. Maka berhati-hatilah.” (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here