Home Sumsel Lubuklinggau MOHON MAAF, Untuk Sementara Masjid Agung Assalam Lubuklinggau Ditutup

MOHON MAAF, Untuk Sementara Masjid Agung Assalam Lubuklinggau Ditutup

0

LUBUKLINGGAU, PE – Wakil Ketua Pengurus Masjid Agung Assalam Lubuklinggau H Lutfie Ishak mengungkapkan, untuk sementara waktu aktivitas beribadah berupa salat lima waktu dan salat Jumat ditiadakan sementara di masjid tersebut. Dia berharap kaum muslimin tetap melaksanakan ibadah salat di rumah masing-masing.

“Untuk sementara waktu pelaksanaan salat lima waktu dan salat jumat ditiadakan di Masjid Agung Assalam. Kita menindaklanjuti keputusan bersama yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) bersama organisasi keagamaan,” katanya.

Menurut Lutfie, peniadaan salat berjamaah di masjid terbesar di Kota Lubuklinggau itu sudah dimulai sejak siang kemarin. Namun aktivitas adzan sebagai penanda masuknya waktu salat lima waktu tetap berjalan seperti biasanya. “Kebersihan, keindahan dan kerapian masjid tetap dijaga, karena ada petugasnya,” tukas dia.

Senada diungkapkan salah satu pemeluk Agama Kristen di Kota Lubuklinggau, Yansen Maruli mengungkapkan, untuk sementara waktu dia dan keluarganya melakukan ibadah di rumah. “Sudah ada pemberitahuannya dari gereja untuk kami sementara beribadah di rumah. Itu sebagai salah satu bentuk dukungan kita kepada pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (covid-19),” ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan hasil keputusan bersama antara Pemkot Lubuklinggau dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi keagamaan dan tokoh agama bahwa seluruh aktivitas kegiatan di rumah ibadah untuk sementara waktu ditiadakan. Keputusan itu mulai harus diindahkan oleh seluruh elemen keagamaan di Kota Lubuklinggau.

H SN Prana Putra Sohe

Rapat yang dipimpin langsung oleh Wali Kota, H SN Prana Putra Sohe dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lubuklinggau H Rodi Wijaya, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0406 Musi Rawas-Lubuklinggau-Musi Rawas Utara (MLM) Letkol Inf A’an Setiawan, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lubuklinggau AKBP Mustofa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) MLM Zairida, Kemenag, FKUB, MUI, DMI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan LDII.

“Hasil keputusan bersama sementara waktu ditiadakan meniadakan kegiatan-kegiatan di rumah ibadah, baik itu masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya. Dan itu harus diindahkan oleh seluruh elemen agama di Kota Lubuklinggau. Surat keputusannya akan ditandatangani ” ujar Wali Kota, H SN Prana Putra Sohe di hadapan wartawan.

Kendati demikian, aktivitas adzan berupa panggilan salat lima waktu di masjid sebagai tanda masuk waktu salat bagi umat muslim di Kota Lubuklinggau tetap diperbolehkan. “Untuk adzan tetap diperbolehkan dan tetap menjaga kebersihan masjid,” kata Prana.

Dia juga mengimbau dan meminta warga Kota Lubuklinggau untuk tidak panik terhadap situasi saat ini. Namun tetap harus waspada dan mentaati anjuran dari pemerintah, TNI, Polri dan petugas kesehatan. “Intinya, melawan virus corona ini harus secara bersama, pemerintah melakukan tindakan, masyarakat juga harus melakukan upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 ini,” tukas Prana. WAN

 

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here